Konten Media Partner

Bisakah Kanker Payudara Sembuh Tanpa Kemoterapi?

BASRA (Berita Anak Surabaya)verified-green

·waktu baca 6 menit

comment
0
sosmed-whatsapp-white
copy-circle
more-vertical
Bisakah Kanker Payudara Sembuh Tanpa Kemoterapi?
zoom-in-whitePerbesar

Pertanyaan:

Halo dok, saya Ika di Surabaya. Usia saya 29 tahun. Saya ingin bertanya dok, apakah kanker payudara bisa disembuhkan dengan kemoterapi? Kemudian prosedur kemoterapi seperti apa ya dok? Terima kasih.

Jawaban:

Halo Ika, terima kasih pertanyaannya.

Jadi kemoterapi pada kanker payudara adalah salah satu metode pengobatan yang umum digunakan. Terapi ini menggunakan obat-obatan yang bertujuan untuk membunuh sel kanker atau mencegah pertumbuhannya. Kemoterapi dapat diberikan sebelum atau setelah operasi, atau sebagai pengobatan utama jika operasi tidak memungkinkan. Tergantung pada jenis kanker payudara dan stadiumnya, dokter akan menentukan rencana kemoterapi yang sesuai.

Kemoterapi pada stadium awal kanker payudara bertujuan menurunkan risiko kekambuhan. Sedangkan kemoterapi pada stadium lanjut dan metastatik bertujuan meningkatkan kualitas hidup dan memperpanjang harapan hidup pasien.

Obat-obatan kemoterapi dapat diberikan melalui suntikan intravena atau dalam bentuk tablet yang diminum.

Kemoterapi biasanya memiliki efek samping, seperti kerontokan rambut, mual dan muntah, kelelahan, penurunan jumlah sel darah merah, infeksi, dan gangguan pencernaan. Namun, efek samping ini bersifat sementara dan dapat diatasi dengan bantuan dokter.

Sebaiknya berkonsultasi dengan dokter untuk memahami lebih lanjut tentang kemoterapi pada kanker payudara dan bagaimana pengobatan ini dapat membantu dalam mengatasi kondisi pasien.

Kemoterapi sendiri diberikan dalam siklus yang bervariasi sesuai kondisi pasien, antara satu kali perminggu, tiap 2 minggu atau tiap 3 minggu. Umumnya untuk kanker payudara stadium awal, kemoterapi diberikan selama 3 – 6 bulan, untuk stadium lanjut pengobatan dapat lebih dari 6 bulan.

Kemoterapi pada kanker payudara dapat diberikan pada stadium dini sebelum menjalani operasi (neoadjuvant), setelah menjalani operasi (adjuvant) atau sebagai terapi utama pada kanker payudara stadium lanjut.

Kemoterapi adjuvant digunakan untuk jenis pengobatan yang diberikan setelah operasi pengangkatan tumor atau payudara (mastektomi) dengan tujuan membersihkan sisa-sisa sel kanker yang mungkin masih ada dalam tubuh. Pengobatan ini biasanya diberikan dalam serangkaian sesi dengan jeda waktu tertentu, tergantung pada jenis obat dan kondisi pasien.

Ada pun kemoterapi neoadjuvant adalah tipe pengobatan yang diberikan sebelum operasi pengangkatan tumor atau payudara. Tujuannya adalah untuk mengurangi ukuran tumor sebelum operasi sehingga operasi dapat dilakukan dengan lebih berhasil. Metode ini sering dilakukan untuk tumor kanker payudara cukup besar atau telah menyebar ke jaringan di sekitarnya. Setelah sesi ini, kondisi tumor dievaluasi untuk menilai respons terhadap pengobatan. Jika tumor mengalami pengecilan yang signifikan, operasi mungkin lebih mudah dilakukan.

Pada kasus kanker payudara stadium lanjut yang telah menyebar ke bagian tubuh lain atau tidak dapat dioperasi, kemoterapi dapat digunakan sebagai pengobatan utama. Tujuan utamanya adalah untuk mengendalikan pertumbuhan sel kanker, mengurangi gejala, dan meningkatkan kualitas hidup pasien. Pada tahap ini, mungkin digunakan dalam kombinasi dengan terapi lain, seperti terapi hormon atau terapi targeted, tergantung pada kondisi pasien.

Lalu apa yang dirasakan pasien saat menjalani kemoterapi? Seringkali seseorang penderita takut berobat karena mendengar kemoterapi memberikan rasa sakit. Sebenarnya kemoterapi diberikan melalui infus biasa melalui pembuluh darah atau kemoport. Pasien dapat melewatkan waktu sambil duduk, tidur, membaca, menonton televisi atau handphone. Dokter atau perawat onkologi akan mengawasi dan memberikan tatalaksana bila didapatkan efek samping kemoterapi.

Ada pun persiapan yang perlu dilakukan sebelum kemoterapi. Pertama, konsultasi dengan tim medis untuk memahami rencana kemoterapi. Kedua, melakukan pemeriksaan laborat atau pemeriksaan penunjang lain sebelumnya sesuai arahan dokter yang merawat. Ketiga, mendapatkan dukungan emosional dari keluarga, mengajak pendamping untuk mengantar jemput dan menemani. Keempat, makan yang bernutrisi dan minum yang cukup. Kelima, membawa barang yang membuat pasien nyaman saat menjalani kemoterapi, seperti buku atau camilan. Keenam, membawa catatan pesanan pulang terkait waktu kontrol, jadwal kemo selanjutnya dan bila ada keluhan di rumah hal-hal apa yang harus dilakukan.

Kemoterapi untuk kanker payudara dapat menyebabkan beberapa efek samping, meskipun setiap individu bisa merasakan efek yang berbeda. Kemoterapi dapat mempengaruhi saluran pencernaan dan menyebabkan mual dan muntah. Terdapat obat antimual yang dapat membantu mengurangi efek samping ini.

Kemudian kerontokan. Beberapa jenis kemoterapi dapat menyebabkan rambut rontok. Namun, tidak semua orang mengalami efek samping ini, dan rambut biasanya tumbuh kembali setelah pengobatan selesai.

Kelelahan. Kemoterapi dapat menyebabkan rasa lelah. Penting untuk memberi tubuh waktu untuk beristirahat dan mendapatkan cukup tidur selama pengobatan.

Penurunan kekebalan tubuh. Kemoterapi dapat mengurangi jumlah sel darah putih yang dapat melawan infeksi. Ini dapat meningkatkan risiko infeksi. Perhatikan tanda-tanda infeksi, dan beri tahu tim medis jika tanda-tandanya muncul.

Anemia. Kemoterapi dapat menyebabkan penurunan jumlah sel darah merah, yang dapat mengakibatkan anemia.

Gangguan pencernaan. Kemoterapi dapat menyebabkan diare atau sembelit, sakit perut, dan gangguan pada mulut dan tenggorokan. Tim medis dapat memberikan saran dan perawatan untuk mengurangi gejala ini.

Perubahan kulit. Beberapa jenis kemoterapi dapat menyebabkan perubahan pada kulit, seperti kemerahan, kering, gatal, atau ruam. Tim medis dapat memberikan saran mengenai perawatan kulit yang tepat.

Sangat penting untuk berkomunikasi dengan dokter dan tim perawatan tentang efek samping potensial yang mungkin timbul dari kemoterapi kanker payudara. Mereka akan membantu pasien mengelola efek samping dan memberikan saran mengenai strategi perawatan yang tepat.

Sedangkan prosedur kemoterapi untuk kanker payudara dapat bervariasi tergantung pada jenis dan stadium kanker, serta rencana perawatan yang ditentukan oleh tim medis. Secara umum tahapan-tahapan prosedur kemoterapi untuk kanker payudara, yakni evaluasi awal. Pada tahan ini pasien akan menjalani serangkaian tes dan evaluasi untuk menentukan jenis serta stadium kanker payudara. Tim medis akan menentukan apakah kemoterapi diperlukan dan membantu mengatur rencana perawatan yang sesuai.

Tahap berikutnya adalah persiapan untuk kemoterapi. Jika kemoterapi diperlukan, pasien akan dibantu dalam menyiapkan jadwal perawatan dan mendapatkan informasi detail mengenai prosedurnya. Pasien juga mungkin akan menjalani tes tambahan sebelum memulai kemoterapi.

Kemudian sesi kemoterapi di mana kemoterapi biasanya diberikan melalui infus intravena (IV) yang dihubungkan ke pembuluh darah. Dalam beberapa kasus, bisa juga melalui obat oral atau suntikan.

Selama sesi kemoterapi, pasien akan ditempatkan di unit kemoterapi atau ruang terapi kanker di mana pasien akan ditemani oleh tenaga medis yang terlatih.

Tahap berikutnya adalah pemantauan dan pemulihan. Setelah sesi kemoterapi, tim medis akan memantau kondisi pasien, termasuk efek samping dan respons terhadap pengobatan. Diperlukan waktu pemulihan antara sesi kemoterapi, dan pasien akan dijadwalkan untuk sesi berikutnya sesuai dengan rencana perawatan yang telah ditentukan.

Kemoterapi sering kali merupakan bagian dari perawatan yang lebih komprehensif, termasuk operasi pembedahan, radioterapi, atau terapi hormonal. Tim medis akan merencanakan dan mengkoordinasikan perawatan lainnya sesuai dengan kebutuhan pasien.

Narasumber:

dr. Putu Niken Ayu Amrita Sp.PD, KHOMN, FINASIM

Dokter spesialis penyakit dalam konsultan hematologi onkologi medik Adi Husada Cancer Center (AHCC)