Konten Media Partner

Cerita Haru di Balik Berdirinya Museum SBY ANI

BASRA (Berita Anak Surabaya)verified-green

·waktu baca 3 menit

comment
0
sosmed-whatsapp-white
copy-circle
more-vertical
Seorang pengunjuk asyik mengambil gambar di Museum SBY ANI. Foto: Masruroh/Basra
zoom-in-whitePerbesar
Seorang pengunjuk asyik mengambil gambar di Museum SBY ANI. Foto: Masruroh/Basra

Presiden Republik Indonesia ke-6 Susilo Bambang Yudhoyono (SBY) lahir di Kabupaten Pacitan, Jawa Timur. Sebagai putra daerah dari kabupaten paling selatan di provinsi Jawa Timur itu, SBY menghabiskan masa remaja sekaligus menjalani masa sekolahnya di kabupaten tersebut. Semua kisah inspiratif sejak SBY muda menjalani masa sekolah hingga mengemban jabatan tertinggi sebagai presiden republik ini terpampang di sebuah museum yang berdiri megah, Museum SBY ANI.

Akhir pekan kemarin Basra berkesempatan mengunjungi museum yang bangunannya menyerupai Gedung Putih Amerika Serikat (AS). Di balik megahnya museum tersebut ada kisah haru yang tersimpan.

"Jadi museum ini awalnya oleh Pak SBY akan didirikan di Jakarta. Namun ide tersebut ditolak oleh mendiang Ibu Ani Yudhoyono. Ibu Ani ingin museum ini justru didirikan di tanah kelahiran bapak (SBY), agar semakin banyak warga yang datang dan mengenal Pacitan," terang Cony Fransiska Manager Hospitality & Tour Guide Museum SBY ANI, saat mendampingi Basra berkeliling museum.

Cony Fransiska Manager Hospitality & Tour Guide Museum SBY ANI.

Cony melanjutkan, keluarga SBY lantas mencari lahan di Pacitan yang dirasa cocok untuk pendirian museum. Namun pada 2019 Ani Yudhoyono jatun sakit dan diagnosa leukemia (kanker darah) sehingga harus menjalani perawatan di sebuah rumah sakit di Singapura.

"Di 2019 beliau harus menjalani perawatan di Singapura. Nah, di 2019 itu pula Ibu Ani mendorong Pak SBY ke Indonesia meninggalkan Ibu Ani yang masih di Singapura, untuk melakukan peletakan batu pertama museum. Namun sekembalinya Bapak ke Singapura, Ibu Ani berpulang," ungkap Cony.

Empat tahun kemudian tepatnya pada 17 Agustus 2023 Museum SBY ANI diresmikan. Museum ini tak hanya sebagai rekam jejak perjalanan hidup SBY tapi juga tanda cintanya kepada mendiang sang istri.

Sebuah foto besar SBY dan Ani Yudhoyono menyambut pengunjung di ruang depan museum.

"Museum ini merupakan persembahan Pak SBY untuk rakyat Indonesia, sekaligus tanda cinta abadi Bapak SBY kepada almarhumah istrinya, Ibu Ani Yudhoyono," tuturnya.

Di bagian dalam museum yang berdiri di atas lahan seluas 1,5 hektare ini berisi perjalanan SBY dari masa muda, kiprah semasa di TNI dan kinerja 10 tahun sebagai Presiden RI. Sejumlah koleksi barang seni SBY dan Ani Yudhoyono turut dipamerkan pula.

Museum dan galeri ini juga memiliki replika kamar kecil SBY, kamar kontemplasi, hingga gubuk komando yang bisa dipakai untuk spot foto pengunjung. Kemudian replika perpustakaan pribadi SBY yang berisi 15.000 koleksi buku baik dalam dan luar negeri, juga buku-buku yang ditulis SBY.

"Semua koleksi di semua ini adalah asli milik pribadi Bapak SBY, seperti baju-baju dinas hingga baju kepresidenan yang dipajang di museum ini," imbuh Cony.

Bangunan megah tersebut semakin terlihat asri dengan hadirnya taman yang di bagian tengahnya terdapat aliran air lengkap dengan kolam ikan.

Seperti disampaikan Cony, SBY berharap dengan hadirnya museum ini bisa menginspirasi generasi muda.

“Untuk meraih cita-cita besar, tidak ada jalan yang lunak, tidak ada resep ajaib. Tapi dengan pilihan prinsip dan jalan yang benar, selalu ada jalan dan solusi. Begitu pesan beliau," simpul Cony.