Cerita Miky, Raih Penghargaan di UK Berkat Film 'Dari Rumah untuk Indonesia'
·waktu baca 3 menit

Menghasilkan karya dan bisa mendapatkan apresiasi di kancah internasional, tentu membuat setiap orang yang mendapatkannya berbangga diri.
Hal inilah yang dirasakan oleh Miky Havis, salah satu mahasiswa DIV Prodi Produksi Film dan Televisi (Profiti) Universitas Dinamika (Undika) Surabaya.
Pasalnya, Miky baru saja mendapatkan laurels dari Lift Off Global Network UK dan Festival del Cinema di Cefalu pada Mei 2022.
Miky bercerita, dalam festival film bergengsi tersebut, ia menampilkan dua karya filmnya yang ia produksi bersama teman-teman angkatannya dan juga tim dari Production Harfmedia Indonesia tempatnya bernaung.
“Jadi ada dua film yang saya submit di kedua festival tersebut, satu film berjudul Convert yang saya produksi bersama teman-teman Profiti, satunya lagi berjudul Dari Rumah Untuk Indonesia atau DRUI bersama PH saya yaitu Harfmedia Indonesia,” ucap Miky, Senin (13/6).
Bahkan pada September 2021, film Dari Rumah Untuk Indonesia (DRUI) juga berhasil lolos seleksi asosiasi kategori film dokumenter pendek terbaik di Festival Film Indonesia (FFI).
Founder dari Production Harfmedia Indonesia ini menuturkan, film DRUI bercerita tentang perjalanan awal P4 Pusaka Indonesia yang mengajak seluruh masyarakat Indonesia untuk berkolaborasi dalam sumbang suara dan alat musik, hingga terbentuk sebuah orchestra virtual bernama Pusaka Virtual Performance.
“Pembuatan film dokumenter ini bertujuan untuk memberikan apresiasi bagi seluruh pihak yang terlibat dalam pelaksanaan Pusaka Virtual Perfomance serta para pejuang garda terdepan COVID-19,” tutur mahasiswa angkatan 2018 ini.
Sedangkan film Convert yang bergenre film eksperimental, menceritakan tentang seorang gadis yang masuk ke dalam dunia imajinatif dan terperangkap dalam konflik keluarga.
“Gadis ini mengalami skizofernia dan tersiksa akibat traumatik yang dialaminya hingga ingin keluar dari rasa keterpurukannya itu,” tambahnya.
Miky mengaku, kecintaan pada dunia perfilman sudah ada sejak ia duduk di bangku SMP. Seiring berjalannya waktu, sejak tahun 2018, Miky mulai mengerjakan beberapa project besar di antaranya sebagai Official Broadcast di Konser Dongeng Naura 2, produksi film pendek bagi Pemerintah Kota Kediri, hingga pembuatan company profile department PT. HM Sampoerna.
“Awalnya memang concern di bidang musik, tapi saat SMP saya coba membuat film-film pendek dan saya upload ke akun YouTube pribadi saya untuk bisa ditonton teman-teman sekolah saya,” ungkapnya.
Ke depan, mahasiswa yang tengah disibukkan sebagai Asisten Produser dalam pembuatan film layar lebar di Ibu Kota ini ingin terus berkecimpung di industri kreatif seperti saat ini.
Selain itu, ia juga berharap bisa segera berhasil mendapatkan investor yang mau membiayai produksi film yang ia buat sebagai karya Tugas Akhir.
“Achivement-achivement yang sudah saya raih tersebut menjadi pendorong saya untuk terus berkarya dan konsisten dalam bereksplorasi. Saya juga mau mengangkat tema keberagaman dan inklusi sosial dalam produksi film Tugas Akhir saya. Semoga bisa mulai proses produksi di tahun ini atau maksimal tahun depan,” tutupnya.
