Konten Media Partner

Ciri Ruam Popok pada Bayi dan Cara Mengatasinya

BASRA (Berita Anak Surabaya)verified-green

·waktu baca 1 menit

comment
0
sosmed-whatsapp-white
copy-circle
more-vertical
Dokter Spesialis Anak Dr. dr. Dian Pratamestuti, SP.A (dua dari kiri). Foto: Masruroh/Basra
zoom-in-whitePerbesar
Dokter Spesialis Anak Dr. dr. Dian Pratamestuti, SP.A (dua dari kiri). Foto: Masruroh/Basra

Data dari Ikatan Dokter Anak Indonesia (IDAI) tahun 2022 menyebutkan, 7 sampai 35 persen bayi usia 9-12 bulan di Indonesia mengalami ruam popok.

Ruam popok adalah peradangan di area tertutup popok akibat iritasi dari urine atau kotoran, seperti pantat, lipatan paha, dan kelamin. Kondisi ini ditandai dengan kemerahan, kulit kering, melepuh, atau lecet.

Dokter Spesialis Anak Dr. dr. Dian Pratamestuti, SP.A mengungkapkan kondisi tersebut bisa mengganggu kualitas tidur dan aktivitas bayi, yang pada akhirnya berdampak pada emosi dan kesempatan bayi untuk bereksplorasi.

"Padahal, eksplorasi dan stimulasi sangat penting dalam mendukung tumbuh kembangnya," ujar Dian saat menjadi pembicara dalam Festival Gerakan Anti Ruam Baby Happy yang digelar di Surabaya belum lama ini.

Sebagai langkah pencegahan ruam popok pada bayi, Dian menyarankan agar orang tua mengganti popok secara rutin.

"Dalam satu hari, idealnya bayi menggunakan enam hingga delapan popok, terutama setelah buang air kecil atau besar," katanya.

Selain itu, area kulit yang tertutup popok sebaiknya dibersihkan menggunakan air hangat dan kain lembut atau tisu basah tanpa kandungan alkohol maupun pewangi.

"Orang tua juga dianjurkan memilih popok yang berkualitas dan nyaman untuk menjaga kesehatan kulit si Kecil," tandasnya.