Konten Media Partner

Gen Z Lebih Suka Kuliner Kekinian, Kuliner Tradisional Nusantara Terancam Punah

BASRA (Berita Anak Surabaya)verified-green

·waktu baca 2 menit

comment
0
sosmed-whatsapp-white
copy-circle
more-vertical
Gudeg, kuliner legendaris dari Yogyakarta. Foto: Masruroh/Basra
zoom-in-whitePerbesar
Gudeg, kuliner legendaris dari Yogyakarta. Foto: Masruroh/Basra

Indonesia dikenal sebagai bangsa yang kaya akan rempah-rempah dan sumber daya alamnya, termasuk kulinernya. Dari Sabang sampai Merauke, setiap daerah memiliki kuliner tradisional yang tidak hanya lezat, tetapi juga sarat akan nilai budaya dan sejarah.

Namun, di era digital seperti sekarang, minat terhadap kuliner tradisional di kalangan generasi muda, khususnya Gen Z, tampak semakin menurun. Kondisi ini menimbulkan kekhawatiran akan punahnya warisan kuliner yang berharga ini.

"Gen Z sekarang lebih suka dan lebih kenal dengan kuliner kekinian, seperti kuliner Korea yang sekarang banyak kita jumpai," ujar Dimas Pramudya, perwakilan penyelenggara Pasar Guyub kepada Basra, Kamis (12/6).

Gen Z yang terdiri dari individu yang lahir antara pertengahan 1990-an hingga awal 2010-an, tumbuh dalam era digital dan globalisasi yang pesat. Paparan terhadap budaya asing melalui media sosial, internet, dan film, membuat mereka lebih akrab dengan makanan cepat saji dan kudapan internasional.

"Karena lebih suka menikmati kuliner kekinian, sehingga tak heran jika mereka kurang mengenal kuliner tradisional apalagi kuliner legendaris Nusantara," imbuh Dimas.

Dimas melanjutkan, agar Gen Z memiliki ketertarikan pada kuliner tradisional maka kuliner khas Nusantara tersebut harus sering diperkenalkan ke publik, tak hanya di lokasi asalnya.

"Kami selalu ajak mereka (produsen kuliner tradisional) untuk mau berpromosi di luar daerahnya, salah satunya ya Pasar Guyub di Surabaya ini. Memang tidak mudah mengingat mereka kebanyakan sudah berusia lanjut. Tapi kami terus berupaya dengan memberikan stimulus, misalnya kemudahan akomodasi untuk pameran di luar kota," terang Dimas.

Hal lain yang dilakukan, kata Dimas, adalah selalu melibatkan para influencer di setiap event kuliner yang digelarnya.

"Gen Z itu kan nggak lepas dari yang namanya medsos ya. Nah kami juga libatkan para Key Opinion Leaders (KOL) atau influencer untuk menjangkau Gen Z secara lebih luas," tandasnya.