Konten Media Partner

Hore! Persebaya Akhirnya Bisa Gunakan Stadion Legendaris Gelora 10 November

BASRA (Berita Anak Surabaya)verified-green

comment
0
sosmed-whatsapp-white
copy-circle
more-vertical
Stadion legendaris Gelora 10 November. Foto: Masruroh/Basra
zoom-in-whitePerbesar
Stadion legendaris Gelora 10 November. Foto: Masruroh/Basra

Di tengah melakoni pertandingan dalam kompetisi Piala Menpora 2021, Persebaya menerima kabar bahagia. Skuad Bajul Ijo itu bisa menggunakan dua stadion kebanggaan Kota Surabaya, Stadion Gelora Bung Tomo (GBT) dan Stadion Gelora 10 November (G10N).

Kabar tersebut didapat atas hasil audiensi antara Pemkot Surabaya, Manajemen Persebaya dan Bonek Mania, Rabu (24/3) kemarin. Dalam audiensi ini perwakilan bonek telah bertemu dengan Wali Kota Surabaya Eri Cahyadi untuk menyamakan persepsi terkait pemanfaatan Stadion Gelora 10 Nopember (G10N) dan Gelora Bung Tomo (GBT).

Dalam keterangan tertulis yang diterima Basra, audiensi tersebut menghasilkan tujuh poin kesepakatan bersama, antara lain:

Pertama, Persebaya dapat menggunakan Stadion Gelora Bung Tomo untuk pertandingan dan Gelora 10 Nopember serta 3 (tiga) Lapangan Madya di komplek Gelora Bung Tomo untuk latihan, setelah selesai perbaikan yaitu bulan Juni 2021.

Kedua, sewa lapangan mengikuti peraturan perundangan yang berlaku.

Ketiga, Persebaya sebagai tim asal Surabaya dapat prioritas dalam penggunaan Stadion GBT, Gelora 10 Nopember dan 3 Lapangan Madya.

Keempat, akan diadakan pertemuan rutin 2 bulanan antara Wali Kota Surabaya, Kapolrestabes Surabaya, Presiden Persebaya dan Bonek.

Kelima, Persebaya memprioritaskan pemain asli asal Surabaya dalam rekrutmen pemain sesuai dengan skill dan kemampuan yang diharapkan Surabaya.

Keenam, Persebaya harus bisa mencetak pemain asli dari produk Surabaya.

Ketujuh, pihak Persebaya wajib mengganti kerusakan stadion apabila terjadi kerusakan dalam jangka waktu yang tertuang dalam kontrak.

Wali Kota Surabaya Eri Cahyadi berfoto bersama perwakilan Bonek dan manajemen Persebaya Surabaya usai audiensi yang diprakarsai Kapolrestabes Surabaya Kombes Pol Jhonny Edison Isir. Foto: Humas Pemkot Surabaya

Wali Kota Surabaya Eri Cahyadi mengatakan kesepakatan tersebut telah disepakati masing-masing pihak. Selain soal GBT dan G10N, pertemuan tersebut juga membahas mengenai pengembangan sepak bola di Surabaya ke depannya.

"Yang saya bangga dan bahagia betul di hari ini, yang pertama kita sama-sama mencetak anak-anak Surabaya menjadi pemain yang hebat. Itu tanggung jawabnya, kewajiban Persebaya dan Pemerintah Kota Surabaya. Karena bagaimanapun anak-anak Surabaya kalau jadi pemain enak, dia akan bangga ketika membela Persebaya," kata Eri.

Sementara terkait rencana Pemkot Surabaya membentuk akademi pelatihan sepak bola nantinya juga bakal berkolaborasi bersama dengan manajemen Persebaya untuk mencetak pemain bola berbakat dari kota pahlawan.

"Itulah yang kita harapkan ada kolaborasi. Sehingga Bonek ini tidak hanya menjadi Bonek, tapi saya ingin tunjukkan bahwa Bonek Surabaya adalah Bonek yang santun, Bonek yang punya pekerjaan, punya kebanggaan," tambahnya.

Eri juga berencana akan membuat store atau gerai di masing-masing tribun Stadion GBT. Nantinya gerai tersebut dikelola sendiri oleh Bonek dan hasilnya juga untuk Bonek. Harapannya, Bonek ke depannya akan semakin bangga dan ikut merasa memiliki Stadion GBT.

"Karena buat saya Stadion Gelora Bung Tomo itu adalah milik rakyat Surabaya. Jadi semuanya bisa merasakan. Ayo kita membangun bersama di Surabaya," pungkasnya.

Sebagai informasi, Persebaya Surabaya sudah sejak 2017 lalu tidak pernah bisa berlatih di Stadion Gelora 10 November.

Sedangkan Persebaya Surabaya tak bisa lagi memakai Stadion Gelora Bung Tomo (GBT) sejak 2020 lalu. Hal tersebut disebabkan karena stadion GBT saat itu sedang dalam proses renovasi.

Renovasi dilakukan oleh Pemkot Surabaya sebagai bentuk persiapan menjadi salah satu venue Piala Dunia U-20 2021 yang pada akhirnya batal digelar.