Konten Media Partner

Ini Porsi Protein Hewani untuk Anak Laki-Laki dan Perempuan

BASRA (Berita Anak Surabaya)verified-green

comment
0
sosmed-whatsapp-white
copy-circle
more-vertical
Kandungan protein hewan juga terdapat pada telur. Foto: Masruroh/Basra
zoom-in-whitePerbesar
Kandungan protein hewan juga terdapat pada telur. Foto: Masruroh/Basra



Saat pandemi COVID-19 imunitas tubuh menjadi salah satu yang terpenting agar tidak mudah terpapar. Menjaga imunitas tubuh salah satunya dengan mengkonsumsi makanan bergizi.

"Mengkonsumsi zat gizi yang mendukung pembentukan dan mampu meningkatkan respon imun, diantaranya yang paling penting adalah protein, vitamin, dan mineral yang seimbang," ujar Unjiati, Ketua Asossiasi Dietisien Indonesia (AsDI) provinsi Jawa Timur, kepada Basra, Senin (7/9).

Saat kekebalan tubuh meningkat, kata perempuan yang karib disapa Uun ini, maka dengan sendirinya tubuh dapat melawan virus dan penyakit yang masuk ke tubuh.

Sedangkan makanan gizi seimbang yang terkandung dalam protein hewani sangat membantu untuk menjaga kekebalan tubuh. Kandungan protein hewani dapat dijumpai diantaranya pada susu, telur, daging sapi, dan daging ayam.

"Kandungan gizi pada protein hewani tersebut yakni asam amino esensial, protein, lemak, mineral (kalsium, besi, folat, fosfor, yodium dan selenium). Konsumsi makanan yang kaya akan asupan protein hewani yang cukup, dapat menjaga imunitas tubuh dari virus COVID-19," jelasnya.

Uun lantas mengungkapkan, sejatinya tubuh manusia mempunyai sistem imun untuk melawan virus dan bakteri penyebab penyakit. Namun ada hal-hal yang dapat melemahkan sistem imun atau daya tahan tubuh seseorang.

Penuaan, kurang gizi, penyakit, bahkan obat-obatan tertentu, merupakan beberapa hal yang dapat melemahkan sistem imun. Oleh karena itu, fungsi sistem imun perlu senantiasa dijaga agar daya tahan tubuh kuat, salah satunya dengan konsumsi protein hewani.

Sementara itu, menurut Angka Kecukupan Gizi (AKG) dari Kementerian Kesehatan RI melalui Peraturan Menteri Kesehatan No. 75 tahun 2013, kebutuhan protein setiap anak berbeda, tergantung jenis kelamin, umur, serta aktivitas hariannya.

Usia 0-6 bulan: 12 gram (g) per hari

Usia 7-11 bulan: 18 g per hari

Usia 1-3 tahun: 26 g per hari

Usia 4-6 tahun: 35 g per hari

Usia 7-9 tahun: 49 g per hari

Saat anak memasuki usia 10 tahun, kebutuhan proteinnya dibedakan berdasarkan jenis kelamin:

Anak laki-laki

Usia 10-12 tahun: 56 g per hari

Usia 13-15 tahun: 72 g per hari

Usia 16-18 tahun: 66 g per hari

Anak perempuan

Usia 10-12 tahun: 60 g per hari

Usia 13-15 tahun: 69 g per hari

Usia 16-18 tahun: 59 g per hari

Sedangkan pada orang dewasa jika merujuk data Riskesdas, berat badan rata-rata orang Indonesia 62 kg. Hitungan mudahnya, jumlan protein yang dibutuhkan di kali dua dengan berat badan, berarti rata-rata 124 gr per hari.

Apabila ditakar dengan sendok makan, satu sendok makan setara dengan 7,5 gram.

Agar penyerapan protein oleh tubuh dapat maksimal, maka waktu mengonsumsinya penting untuk dipertimbangkan.

"Dalam satu kali makan, tubuh hanya mampu menyerap 25-30 gram protein saja. asupan protein tersebut dapat dibagi dalam beberapa kali makan," pungkas Uun.