Konten Media Partner

KAI Bakal Blacklist Pelaku Pelecehan Seksual di Kereta Api

21 Februari 2025 15:22 WIB
·
waktu baca 1 menit
comment
0
sosmed-whatsapp-white
copy-link-circle
more-vertical
Penandatanganan petisi Anti Pelecehan dan Kekerasan Seksual di stasiun Gubeng Surabaya.
zoom-in-whitePerbesar
Penandatanganan petisi Anti Pelecehan dan Kekerasan Seksual di stasiun Gubeng Surabaya.
ADVERTISEMENT
Untuk memberikan rasa aman dan nyaman kepada seluruh penumpang kereta api, PT Kereta Api Indonesia (KAI) Daop 8 Surabaya akan memberikan sanksi blacklist kepada pelaku pelecehan seksual di kereta.
ADVERTISEMENT
Hal tersebut diungkapkan Manager Humas KAI Daop 8 Surabaya Luqman Arif saat talkshow Kampanye Sosialisasi Anti Pelecehan Seksual yang digelar di Stasiun Gubeng Surabaya, (20/2).
“KAI dengan tegas memberikan kebijakan kepada pelaku dengan mem-blacklist tidak dapat menggunakan transportasi kereta api selamanya," tandas Luqman.
Luqman pun mengimbau bagi penumpang yang menjadi korban kejahatan pelecehan seksual untuk tidak takut melaporkan kepada petugas kondektur melalui nomer yang tersedia di ujung kereta.
"KAI Daop 8 Surabaya siap memberikan dukungan penuh dengan melindungi dan mendampingi korban dalam proses hukumnya," tegasnya.
Luqman melanjutkan, saat ini KAI Daop 8 Surabaya terus melakukan sosialisasi dan edukasi kepada penumpang melalui poster, pembagian stiker, serta mengajak pengguna transportasi kereta api untuk menandatangani petisi Anti Pelecehan dan Kekerasan Seksual.
ADVERTISEMENT
"Diharapkan dengan kampanye ini dapat meningkatkan kesadaran masyarakat serta berani lapor apabila terdapat kekerasan seksual yang terjadi di lingkungan kereta api, baik stasiun maupun kereta api," tukasnya.