Keistimewaan I'tikaf di Bulan Ramadhan

I'tikaf secara bahasa bermakna berdiam diri. Adapun secara syariat, I'tikaf bermakna berdiam diri di masjid dalam rangka beribadah kepada Allah.
I'tikaf ini merupakan amalan yang sangat utama dan hukumnya adalah sunnah muakkadah atau sunnah yang ditekankan. Dengan kita melaksanakan i'tikaf ini adalah merupakan cara kita untuk mempersiapkan diri bertemu malam Lailatul Qadar.
Banyak sekali hadist yang menjelaskan tentang anjuran i'tikaf ini, di antaranya adalah perkataan Aisyah:
أَنَّ رَسُولَ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ كَانَ يَعْتَكِفُ فِي العَشْرِ الأَوَاخِرِ مِنْ رَمَضَانَ
“Bahwasanya Rasulullah Shallallahu ‘Alaihi Wa Sallam dahulu melakukan i’tikaf di 10 hari yang terakhir di bulan Ramadhan."
Ibadah i'tikaf memiliki tujuan yang mulia yaitu untuk menggapai malam Lailatul Qadar yang punya keutamaan ibadah yang dilakukan lebih baik daripada 1000 bulan.
Dalam sebuah hadist disebutkan
كَانَ يَعْتَكِفُ اَلْعَشْرَ اَلْأَوَاخِرَ مِنْ رَمَضَانَ, حَتَّى تَوَفَّاهُ اَللَّهُ, ثُمَّ اعْتَكَفَ أَزْوَاجُ
Bahwasanya Nabi Shallallahu ‘Alaihi Wa sallam biasa beri'tikaf di sepuluh hari terakhir dari bulan Ramadhan hingga beliau diwafatkan oleh Allah. Lalu istri-istri beliau beri'tikaf setelah beliau wafat. Muttafaqun ‘alaih.
(HR. Bukhari dan Muslim)
Lantas apa saja yang dilakukan ketika i'tikaf?
I'tikaf atau berdiam diri di masjid dalam rangka mendekatkan diri kepada Allah. Saat terjaga, ia mengisi waktunya dengan shalat, tilawah, dzikir, berdoa, bermunajat, tadabbur, tafakkur atau mengkaji ilmu.
Bahkan dalam kondisi tidur pun, orang yang beri'tikaf mendapatkan pahala yang besarnya tidak bisa didapatkan oleh orang yang tidur di rumahnya. Sebab tidurnya itu termasuk rangkaian i'tikaf.
Ini merupakan keistimewaan ibadah i'tikaf.
Semoga dengan kita menjalankan ibadah i'tikaf, Allah pertemukan kita dengan malam Lailatul Qadar.
Allahu a'lam
Penulis : Ustadzah Kholisotul Qolbiyah S.pdi (Pendiri dan Pimpinan Ponpes Daarul Huffazh Surabaya)
