Konten Media Partner

Korban Pembina Pramuka Cabul di Surabaya Ada 7 Siswi, Begini Kondisinya

BASRA (Berita Anak Surabaya)verified-green

·waktu baca 2 menit

google
Ikuti kumparan di Google
info
Jadikan kumparan sebagai preferensi terpercayamu di Google
comment
0
sosmed-whatsapp-white
copy-circle
more-vertical
Ilustrasi korban pencabulan. Foto: Pixabay
zoom-in-whitePerbesar
Ilustrasi korban pencabulan. Foto: Pixabay

Kasus pencabulan yang dilakukan oleh oknum pembina pramuka di Sekolah Dasar (SD) di kawasan Surabaya Barat terus didalami oleh pihak kepolisian. Berdasarkan hasil penyelidikan, total ada tujuh siswi SD tersebut yang menjadi korban pencabulan. Pelaku berinisial Z tersebut melakukan tindakan cabul pada anak didiknya saat kegiatan perkemahan Jumat-Sabtu (Perjusa) di sekolah.

"Ada 7 siswi korbannya. Hari ini korban menjalani pemeriksaan psikologis di RS Bhayangkara," ujar Ketua Komnas Perlindungan Anak (PA) Kota Surabaya Syaiful Bahri, kepada Basra, Rabu (18/9).

Syaiful melanjutkan, ketujuh korban tersebut menjalani pemeriksaan psikologis dengan pendampingan dari unit Perlindungan Perempuan dan Anak (PPA) Polrestabes Surabaya.

Syaiful lantas mengungkapkan kondisi terkini dari ketujuh korban tersebut.

"Korban mengalami trauma ya. Mereka menjalani pemeriksaan psikologis di RS Bhayangkara dengan pendampingan dari PPA Polrestabes Surabaya," terang Syaiful.

Syaiful menuturkan, yang membuat pihaknya semakin geram adalah tindak pencabulan tersebut sudah dilakukan pelaku sejak setahun lalu. Yang menjadi korban merupakan siswi kelas 5 dan 6.

"Yang buat saya marah lagi bahwa ternyata itu sudah dilakukan dari tahun lalu dan korbannya adalah kelas 5 dan 6. Sama juga dilakukan saat kegiatan perkemahan di sekolah," jelasnya.

Menurut Syaiful, kini pelaku telah ditetapkan sebagai tersangka dan telah ditahan oleh pihak kepolisian.

"Sudah jadi tersangka dan sudah ditahan," tandasnya.