LAPSUS: Berapa Beban Maksimal untuk Tas Anak?

Orang tua perlu tahu bahwa beban maksimal tas anak yang disarankan adalah 10 persen dari berat badan mereka. Bila lebih dari ambang batas tersebut, hampir dipastikan anak-anak akan merasa kaku di otot pundak dan leher.
"Kesehatan tulang pada anak bisa terganggu. Anak juga akan sering mengeluh sakit punggung. Bahkan postur tubuh anak bisa berbeda karena kebiasaan membawa ransel berat, misalnya punggungnya jadi bungkuk," kata dr. Anggita Dewi, SpOT (spesialis ortopedi pediatri) dari Rumah Sakit Ortopedi dan Traumatologi Surabaya pada Basra, Sabtu (31/8).
Senada yang disampaikan dr. Anggita, dr. Sapta Prihartono Rachman, SpB SpBA, dokter spesialis bedah anak di RSIA Yani Surabaya, juga mengingatkan tentang risiko gangguan pertumbuhan tulang sebelum usia 18 tahun.
"Sebelum usia 18 tahun, tulang sedang dalam masa pertumbuhan. Jadi jangan sampai ada hal yang membuat pertumbuhan tulang anak kurang maksimal, seperti membawa tas ransel terlalu berat," jelasnya, Selasa (27/8).
Selain menggendong ransel yang berat, ada beberapa kebiasaan lain yang bisa mengganggu postur tubuh anak. Ia mencontohkan, bangku di sekolah yang terkadang lebih rendah dari kursi atau malah lebih tinggi dari kursi.
"Posisi duduk yang kurang tepat juga akan menganggu kesehatan tulang punggung. Selain itu juga menganggu kesehatan mata," imbuh dr. Sapta.
Selain masalah beban tas dan bangku sekolah yang kurang menunjang postur badan, pilihan olahraga untuk anak juga harus diperhatikan.
"Jadi jangan olahraga angkat beban dulu, olahraga yang lain saja seperti lari atau main bola," saran dr. Sapta.
Anak-anak yang sejak usia dini dilatih olahraga angkat berat akan memiliki tinggi badan di bawah rata-rata. (Reporter: Masruroh / Editor: Windy Goestiana)
