Konten Media Partner

Lapsus: Selain Kualitas, Ortu Juga Tak Ingin Sekolah Anak Terlalu Jauh

BASRA (Berita Anak Surabaya)verified-green

comment
0
sosmed-whatsapp-white
copy-circle
more-vertical
Ilustrasi anak berangkat sekolah. Dok. Basra
zoom-in-whitePerbesar
Ilustrasi anak berangkat sekolah. Dok. Basra

Setiap tahunnya, biaya sekolah di Indonesia rata-rata naik sampai 10 persen menurut Badan Pusat Statistik (BPS). Bukan tidak mungkin, kenaikan biaya sekolah swasta yang melesat tinggi ini membuat partisipasi siswa di sekolah jadi terancam karena biaya.

Meski tidak menutup mata, sekolah-sekolah yang memasang harga tinggi itu memang menawarkan sejumlah kualitas secara fasilitas dan kemampuan siswa. "Onok rego, onok rupo" (ada harga, ada kualitas) demikian kata orang Surabaya.

Misalnya saja Ratna Andini yang sudah mendaftarkan anaknya ke salah satu sekolah swasta favorit di Surabaya Barat. Ratna mengaku, meski harus mengeluarkan biaya ekstra, ia tak masalah asal fasilitas dan ilmu yang didapat sesuai.

"Saya sengaja masukkan ke sekolah swasta karena jumlah muridnya tidak terlalu banyak. Jadi anak bisa lebih fokus waktu belajar. Apalagi fasilitasnya juga lengkap, sehingga anak bisa belajar dengan senang," tutur Ratna pada Basra, Sabtu (11/1).

Dok. Basra

Selain Ratna, ada pula Annisa yang lebih memilih memasukkan sang anak ke sekolah swasta yang kuat dari sisi agama.

"Kalau sekolah negeri gitu kan ilmu agama yang diajarkan hanya sedikit. Dengan begini, anak bisa mendapatkan ilmu lebih," ucapnya.

Ketika ditanya lebih lanjut mengenai kriteria memilih sekolah swasta, Annisa mengatakan jika ia melihat sekolah dari sisi akademik dan prestasi-prestasi yang pernah dicapai sekolah tersebut.

embed from external kumparan

"Kan biasanya kalau pendaftaran gitu, sekolah-sekolah menunjukkan capaian siswa-siswanya. Dari situ kita kan bisa lihat. Meski biayanya bisa dibilang 'mahal', tapi kalau fasilitasnya bagus ya enggak masalah," tuturnya.

Selain dari kualitas sekolah yang mumpuni, pertimbangan jarak ternyata juga dipikirkan oleh orang tua. Inilah yang diungkapkan Feni Rahmawati, warga Ngaglik Surabaya.

Ilustrasi pendidikan anak. Dok. Basra

"Jarak sekolah jangan terlalu jauh dari rumah mengingat tingginya tingkat kriminalitas sekarang," ujar perempuan yang karib disapa Eni ini kepada Basra, (10/1).

Selanjutnya kriteria sekolah yang menjadi pertimbangan ibu tiga anak tersebut dalam memilih sekolah, yakni sekolah yang dapat memperhatikan kebutuhan psikologis mendasar anak dan memperhatikan tahapan perkembangan anak.

"Contoh kebutuhan anak untuk merasa mampu apakah sekolah tersebut misalnya memberikan kesempatan bagi anak untuk mengikuti kompetisi meskipun anak itu tidak berprestasi," jelas Eni.

embed from external kumparan

Senada dengan Eni, Ririn Ritriyawati warga Dharmahusada juga mempertimbangkan jarak sebagai salah satu kriteria dalam memilih sekolah.

Dok. Basra

"Sekolah yang dekat sama rumah biar tidak kejauhan antar jemputnya dan tidak khawatir kalau misalnya harus berangkat dan pulang sekolah sendiri," ujarnya.

Kriteria lainnya yang menjadi pertimbangan Ririn dalam memilih sekolah adalah sistem keamanan yang dimiliki sekolah. Ini penting bagi Ririn untuk mencegah terjadinya tindak kriminalitas terhadap anak.

"Untuk sarana dan prasarana, yang terpenting tenaga pengajar yang ahli dan proporsional sesuai standar, yang layak untuk kebutuhan pendidikan," tukasnya.