Mahasiswa di Surabaya Buat Inovasi Cerdas Pengendali Hama Serangga
·waktu baca 2 menit

Mahasiswa Teknik Elektro Industri PENS baru saja membuat inovasi berupa Produk Smart Light Trap Insect.
Inovasi perangkap hama serangga ini diluncurkan ke Sobat Pertanian Kecamatan Duduk Sampeyan, Kabupaten Gresik, sebagai wujud dari pengabdian masyarakat.
Dr. Mike Yuliana, S.T., M.T., sebagai ketua pelaksana sosialisasi P3M PENS mengatakan, bahwa Smart Light Trap Insect (Lampu Cerdas Perangkap Hama Serangga) merupakan suatu alat untuk menangkap atau menarik perhatian serangga dengan cahaya pada waktu malam hari.
Selain itu, alat ini juga dapat digunakan untuk mengetahui keberadaan atau jumlah populasi serangga yang ada di lahan pertanian. Adapun hama yang bisa dikenali yakni kupu-kupu, sengat pengerek batang, orong-orong, kepiting tanah, dan lain-lain.
"Saya sangat senang karena pengabdian masyarakat kali ini benar-benar terjun ke masyarakat. Semoga produk Lampu Cerdas Perangkap Hama Serangga mampu efektif dan efisien sehingga dapat dimanfaatkan oleh Dinas Pertanian Gresik bahkan dapat diperbanyak ketersediaan produknya," tuturnya, Jumat (24/12).
Sebagai teknologi pengganti insektisida kimia, Smart Light Trap Insect hasil perkembangan mahasiswa PENS ini dapat lebih menghemat pengeluaran petani.
Tak hanya itu, Light Trap ini pun lebih ramah lingkungan karena tidak menggunakan bahan kimia seperti insektisida. Untuk itu, Light Trap dapat menjadi solusi menjaga ekonomi para petani di Indonesia tanpa merusak lingkungan tanah yang ada.
Smart Light Trap Insect ini berbentuk lampu yang berwarna ungu, putih, kuning hingga biru. Alat ini akan mengisi daya melalui panel suryanya dan secara otomatis akan menyala pada malam hari.
Light Trap juga mempunyai penyangga yang dapat menyesuaikan dengan ketinggian tanaman di lahan pertanian. Nanatinya, alat dapat dipasang di tepi sawah dengan jarak antar alat maksimal 10 meter.
Hal ini dikarenakan daya terbang serangga yang berbeda. Menyediakan wadah berisi air detergen atau air keras untuk serangga yang tertarik terhadap cahayanya.
Ke depan, Dr. Mike berharap inovasi ini dapat terus dikembangkan. "Karena saat ini hanya dapat menjangkau serangga, di kemudian hari akan dikembangkan agar dapat menjangkau burung pipit hingga tikus. Saat ini produk Smart Light Trap Insect akan kami hibahkan secara gratis, yakni sejumlah sembilan unit," pungkasnya.
Sementara itu, Kepala Dinas Pertanian Kabupaten Gresik Eko Anindito Putro berharap setelah dilakukan sosialisasi, masyarakat dapat lebih maju dengan memanfaatkan alat yang lebih modern, efektif, efisien, hemat, dan ramah lingkungan.
“Nantinya banyak kita pasang di masing-masing lokasi. Sehingga surplus pangan di Kabupaten Gresik bisa kita pertahankan,” tutup Eko.
