Mengenal Ritual Pembersihan Kimsin Jelang Imlek
·waktu baca 2 menit

Menjelang Imlek ada satu ritual yang selalu dilakukan warga Tionghoa, yakni "Kimsin". Ritual ini merupakan kegiatan membersihkan atau menyucikan "rupang" (patung) dewa dan dewi. Hal ini juga dilakukan oleh klenteng Boen Bio di Surabaya.
Menurut Muharrom, penjaga klenteng Boen Bio, prosesi penyucian patung dewa dan dewi dilakukan beberapa hari sebelum perayaan Imlek. Menurutnya, Kimsin bukan hanya membersihkan patung dewa dan dewi dari kotoran dan debu. Namun, di dalamnya terkandung makna yang sakral.
"Jadi papan Kimsin dan patung dewa dewi diturunkan dari altar karena sedang kosong. Kosongnya papan Kimsin dan patung dewa dewi dipercaya karena para roh dewa dewi sedang naik ke kayangan sebelum Imlek. Roh para dewa dewi naik ke kayangan untuk melaporkan amal perbuatan manusia selama satu tahun terakhir kepada Raja Langit," jelas Muharrom kepada Basra, Kamis (19/1).
"Karena itu, patung-patungnya kosong. Maka kita bersihkan. Harapannya, nanti setelah Imlek para dewa pulang, sudah bersih," sambungnya.
Klenteng Boen Bio sendiri memiliki 9 papan Kimsin dan 4 patung utama para dewa di altar.
Adapun orang yang orang yang melakukan ritual pembersihan patung merupakan sosok rohaniawan Khonghucu.
"Yang nyuci satu orang didampingi sisi kiri dan kanan, termasuk saya jadi salah satu pendamping," tukasnya.
Ritual penyucian ini, kata Muharrom, dilakukan setahun sekali tepatnya jelang perayaan Imlek.
