Konten Media Partner

Ratusan Siswa SD Membatik Jumputan Pakai Pewarna Buah Naga dan Kunyit

BASRA (Berita Anak Surabaya)verified-green

·waktu baca 2 menit

comment
0
sosmed-whatsapp-white
copy-circle
more-vertical
Ruth Citra (kiri) saat menjemur batik buatannya. Foto-foto: Amanah Nur Asiah/Basra
zoom-in-whitePerbesar
Ruth Citra (kiri) saat menjemur batik buatannya. Foto-foto: Amanah Nur Asiah/Basra

Pagi ini (14/3), suasana berbeda terlihat di halaman SDN Jemur Wonosari 1 Surabaya. Ratusan siswa begitu bersemangat dan saling bergotong royong untuk membuat kain batik.

Uniknya, kain batik buatan para siswa ini tidak menggunakan pewarna kimia atau malam (bahan lilin khusus untuk membatik). Melainkan, menggunakan pewarna alami dari kunyit dan buah naga, serta memadukan teknik jumputan (ikat dan celup).

Galih Pambudi Rizky, selaku guru kelas 4 mengatakan, kegiatan hari ini bertujuan untuk mengajarkan kepada siswa terkait cara bergotong royong serta pembuatan kain batik.

"Karena dalam prosesnya siswa ini kan berkelompok. Lalu mereka juga tahu, kalau membuat batik itu tidak harus dengan pewarna kimia, tapi dari bahan alami juga bisa. Seperti kunyit dan buah naga," tuturnya ketika ditemui Basra, Selasa (14/3).

Foto-foto: Amanah Nur Asiah/Basra

Dengan adanya kegiatan hari ini, Galih berharap, nantinya produk batik buatan siswa bisa dijadikan ikon SDN Jemur Wonosari 1.

"Nantinya produk ini bisa jadi ikon dari SD kami yang menerapkan sekolah adiwiyata," tukasnya.

Sementara itu, Ruth Citra, salah satu siswa yang turut mengikuti kegiatan ini mengaku senang lantaran bisa mendapatkan pengalaman baru.

"Ini pertama kali saya membuat batik. Ternyata caranya mudah. Apalagi kalau dikerjakan bersama-sama bisa menyenangkan. Jadi enggak melulu belajar di dalam kelas," ucap Ruth.

Senada dengan Ruth, Fiorenza Syifanadya Kusuma mengungkapkan, jika kegiatan membatik sangat menyenangkan. Apalagi kegiatan tersebut dilakukan setelah para siswa menempuh ujian.

"Senang bisa melatih kerja sama dan melakukan kegiatan selain pelajaran. Lalu kami juga diajak untuk melestarikan budaya, dengan membuat batik ini," tutupnya.