Konten Media Partner

Semangati Siswa Baru, SMPN 3 Surabaya Terbangkan Pesawat Cita-Cita

BASRA (Berita Anak Surabaya)verified-green

comment
0
sosmed-whatsapp-white
copy-circle
more-vertical
Upacara penyambutan siswa baru di SMP Negeri 3 Surabaya. Foto-foto : Masruroh/Basra
zoom-in-whitePerbesar
Upacara penyambutan siswa baru di SMP Negeri 3 Surabaya. Foto-foto : Masruroh/Basra

Suasana halaman Sekolah Menengah Pertama (SMP) Negeri 3 Surabaya tampak riuh pada Senin (15/7) pagi. Ada ratusan siswa baru yang siap mengikuti prosesi penyambutan dengan mengenakan jas dokter, kaos pemain bola, kaos khas TNI, bahkan memakai atribut wali kota.

Para siswa kelas VII ini memang diminta untuk memakai pakaian yang merepresentasikan cita-cita mereka di upacara pembukaan Masa Pengenalan Lingkungan Sekolah (MPLS).

"Sejak kecil setiap anak pasti memiliki cita-cita dan ketika memasuki jenjang SMP cita-cita tersebut mulai diteguhkan, dimantapkan agar dapat diwujudkan saat kelak dia dewasa," jelas Budi, yang dijumpai Basra usai upacara pembukaan MPLS.

Selain diminta memakai pakaian yang melambangkan cita-cita, pihak sekolah juga sudah menyiapkan replika piala setinggi 2 meter di tengah lapangan. Menurut Budi, replika piala itu terinspirasi dari piala milik legenda bulu tangkis Tanah Air, Rudi Hartono. Rudi sendiri merupakan lulusan SMPN 3 Surabaya.

"Rudi Hartono merupakan alumni kita dan mampu meraih juara All England 8 kali berturut-turut. Prestasinya hingga kini belum ada yang mampu menandingi. Prestasinya diharapkan dapat memotivasi siswa dalam mewujudkan cita-cita," imbuh Budi.

Usai mengikuti upacara pembukaan MPLS 2019, 400 siswa baru yang terbagi dalam 9 gugus itu lantas melakukan seremonial penerbangan pesawat kertas ke dalam replika piala.

Prosesi penerbangan pesawat kertas.

Prosesi penerbangan pesawat kertas itu memiliki filosofi agar anak-anak bisa mendaratkan impian mereka di tempat tertinggi.

Dalam upacara tersebut juga dihadiri wali murid siswa. Kehadiran mereka dikatakan Budi sebagai bentuk dukungan dan tanggungjawab orangtua terhadap pendidikan anak-anaknya.

Usai upacara pembukaan, kegiatan MPLS dilanjutkan dengan mengenalkan lingkungan sekolah kepada siswa baru, mulai dari fasilitas hingga kegiatan-kegiatan yang dimiliki sekolah.

Masa Pengenalan Sekolah Jauh dari Bully

Masa Pengenalan Lingkungan Sekolah (MPLS) merupakan kegiatan yang umum dilaksanakan di sekolah setiap awal tahun ajaran guna menyambut kedatangan para peserta didik baru. Secara terpisah, Kak Seto Mulyadi, psikolog anak, mengharap kegiatan MPLS harus jauh dari unsur bully ataupun mengandung unsur kekerasan fisik.

"Masa orientasi siswa harus diisi dengan kegiatan yang bermanfaat dan membuat siswa nyaman. Misalnya diskusi bersama ataupun kegiatan unjuk prestasi," ujar Kak Seto saat ditemui Basra, baru-baru ini.

Lebih lanjut Kak Seto juga mengingatkan pihak sekolah untuk tidak menyerahkan sepenuhnya kegiatan masa orientasi siswa baru kepada siswa senior. Ini untuk mengantisipasi terjadinya bully kepada siswa baru.

"Siswa senior hanya pendamping bagi adik-adiknya saat mengikuti masa orientasi sekolah. Dan itu pun dilakukan dengan pengawasan penuh sekolah," tukasnya. (Reporter : Masruroh / Editor : Windy Goestiana)