Konten Media Partner

Tokoh Pemuda Papua Ramai-ramai Dukung Daerah Otonomi Baru

Bumi Papuaverified-green

·waktu baca 2 menit

google
Ikuti kumparan di Google
info
Jadikan kumparan sebagai preferensi terpercayamu di Google
comment
0
sosmed-whatsapp-white
copy-circle
more-vertical
Ilustrasi Peta Papua. (Dok istimewa)
zoom-in-whitePerbesar
Ilustrasi Peta Papua. (Dok istimewa)

Jayapura, BUMIPAPUA.COM - Tokoh pemuda di Papua bermunculan mendukung rencana pemekaran Papua atau biasa disebut daerah otonomi baru (DOB).

Ketua Forum Komunikasi Muslim Pegunungan Tengah Papua, Ustad Ismail Asso meminta masyarakat Papua melihat pemekaran dari aspek positif.

Ia juga meminta tokoh agama hingga masyarakat setempat menyikapi pro dan kontra pemekaran Papua dengan bijak.

"Negara tak akan pernah bermaksud membunuh, merugikan bahkan meniadakan rakyat Papua. Tujuan DOB justru untuk menjaga, melindungi dan meningkatkan kesejahteraan masyarakat Papua secara merata dan adil,” kata Ismail yang dikenal dengan Ustad milenial asal pegunungan tengah Papua.

Ketua Forum Komunikasi Muslim Pegunungan Tengah Papua, Ustad Ismail Asso. (Foto FB Ismail Asso)

Ismail yakin dengan DOB, pembangunan di Papua dapat lebih baik, termasuk dalam hal pendidikan dan kesehatan untuk anak cucu ke depan.

"Salah satu dibentuknya pemekaran adalah layanan untuk publik dapat lebih dekat dan memudahkan masyarakat mendapatkan perhatian penuh dari negara," jelasnya.

Tokoh muda lainnya yang menyuarakan pemekaran Papua adalah Christian Arebo yang merupakan Ketua Pemuda Adat Papua. Ia berterima kasih dengan adanya Keputusan Presiden (Kepres) nomor 9/2021 tentang percepatan Papua dan Papua Barat yang memberi dukungan DOB Papua dan Papua Barat.

"DOB adalah anugerah untuk tanah Papua, guna pemerataan pembangunan dan pendekatan pelayanan publik kepada masyarakat Papua," jelasnya, Selasa (7/6/2022).

Ketua Pemuda Adat Papua, Christian Arebo. (Foto istimewa)

Kata dia, DOB juga meringankan ongkos transportasi antarwilayah di Papua atau Papua Barat. Lalu, DOB juga dapat memudahkan masing-masing daerah dapat mengembangkan daerahnya, tanpa dikuasai oleh satu daerah saja.

"Kami harapkan masyarakat di Papua dan Papua Barat memberikan dukungan penuh kepada DOB, termasuk usulan Provinsi Papua Barat Daya dan Provinsi Kepulauan Papua Utara, diharapkan dapat disetujui dalam waktu dekat," katanya.

Sehingga nantinya, jika Provinsi Papua Barat Daya dan Provinsi Kepulauan Papua Utara disahkan cepat bersama dengan 3 provinsi lainnya di Papua, maka dapat mengikuti pilkada serentak 2024.