Chris Martin: Terima Kasih Telah Menembus Hujan dan Macet

Hari Sabtu, 1 April 2017 menjadi hari kedua band asal Inggris yang melantunkan 'Viva La Vida' menggelar konser di Singapura. Bertempat di Singapore National Stadium, konser kedua mereka ini tidak kalah ramai dengan hari pertamanya.
Sebelumnya, Live Nation Lushington Singapore selaku promotor konser menyediakan tiket tambahan untuk menyaksikan pertunjukan Coldplay. Padahal, sebelumnya tiket konser band asal Inggris tersebut sudah terjual habis. Jadi, tidak heran apabila jumlah penonton terlihat lebih banyak.

Saat gate dibuka pada pukul 18.00 waktu setempat, ribuan penonton berlomba-lomba dengan berlari menuju area di depan panggung. Ya, mereka ingin menyaksikan penampilan band yang menciptakan lagu 'In My Place' itu dari dekat.
Sekitar pukul 19.00 waktu setempat, penyanyi asal Australia, Jess Kent, menampakkan diri di atas panggung. Kent menjadi pembuka konser Coldplay di Singapura dan negara-negara lainnya di Asia pada konser mereka mendatang.

Akhirnya, konser yang merupakan bagian tur dunia 'A Head Full of Dreams' dimulai. Sekitar pukul 20.05 ruangan berubah gelap dan logo album ke-7 mereka ditampilkan di layar. Lagu 'O mio babbino caro' milik Mario Callad dilantunkan dan pun Coldplay muncul, membuka konser dengan lagu 'A Head Full of Dreams'.
Permainan cahaya dan warna pun ditampilkan. Wristband para penonton sontak aktif dan menampilkan cahaya berkelap-kelip. Lalu, lagu kedua mereka, 'Yellow', dimainkan. Di lagu tersebut, sang vokalis memainkan sendiri gitar akustiknya.
Permainan cahaya warna kuning pun menutup penampilan mereka. Ruangan gelap dan lagu 'Every Teardrop is A Waterfall' dimainkan. Didominasi warna ungu, pink, dan biru, para penonton terlihat ikut bernyanyi.
Coldplay membawakan lagu dengan sangat meriah lengkap dengan hujan confetti dan kembang api warna-warni.
Baca Juga: Cerita dari Konser Coldplay Hari Pertama di Singapura

Lagu selesai, dan ruangan kembali gelap. Denting piano terdengar dan saat lampu kembali menyala, Chris Martin telah duduk di belakang piano dan menyanyikan lagu 'The Scientist'.
"Kalian luar biasa, terima kasih banyak," ucap sang vokalis di sela-sela lagu.
Saat lagu tersebut hampir selesai dinyanyikan, Chris Martin mengajak penontonnya untuk menyanyikan bagian reff sekali lagi.
"Terima kasih semuanya," ucapnya diiringi sorakkan penonton yang menguasai stadium. Setelahnya, 'Birds' dilantunkan lengkap dengan visual burung elang di layar.
Baca Juga: Antrean Mengular Jelang Konser Kedua Coldplay di Singapura

'Paradise' adalah lagu selanjutnya. Tiba-tiba, wristband penonton kembali menyala dan menghadirkan cahaya warna-warni.
Di lagu tersebut, Chris Martin kembali duduk di belakang pianonya. Di akhir lagu, tiba-tiba nuansa berubah menjadi elektronik. Ya, 'Paradise' versi remix Tiesto dimainkan, membuat penonton melompat dan bergoyang hingga lantai stadium bergetar.
Kini, Coldplay tampil di B Stage, yakni stage berbentuk bulat di tengah-tengah penonton. Penampilannya di atas sana dibuka dengan lagu 'Always In My Head' dari album 'Ghost Stories'.
Tiba-tiba intro 'Princess of China' diperdengarkan. Meski teman kolaborasi mereka, Rihanna, tidak hadir, wajahnya tetap ditampilkan di layar dengan berbagai macam warna.

Lagu selesai dan Chris Martin mengajak penontonnya berbincang.
"Kalian penggemarku yang nomor satu. Cukup sulit untuk datang ke sini karena hujan dan kemacetan yang terjadi. Kalian luar biasa," tuturnya, membuat penonton bersorak.
"Terima kasih sekali lagi bagi kalian yang sudah datang malam ini. Indonesia, Malaysia, Singapura, Thailand, Vietnam, dan negara-negara lainnya," lanjutnya.
Ia pun membawakan lagu 'Everglow' hanya dengan iringan piano. Suasana sendu pun terasa, lengkap dengan penjiwaan Chris Martin yang mendalam pada lagu ini.
Di akhir lagu, layar menampilkan quotes dari mendiang petinju legenda, Muhammad Ali.
Konser masih terus berjalan. Sebuah intro dimainkan, membuat penonton bertanya-tanya. Didominasi warna merah, intro tersebut merupakan intro lagu 'Speed of Sound'.

Di lagu tersebut, Chris Martin yang kembali bermain piano menari-nari di tempat duduknya. Ia juga mengeluarkan bunyi-bunyian nada falsetto dari mulutnya bak vokalis Sigur Ros, Jonsi.
Lagu selesai dan intro lagu 'Midnight' dimainkan. Namun, Coldplay tidak membawakan lagu tersebut secara utuh, melainkan menyambungnya dengan lagu 'Charlie Brown'.
"We're gonna jump high, high, one, two, three, go," teriak mantan suami Gwyneth Paltrow. Lagi-lagi, stadiun kembali bergetar.
Sang vokalis kembali memainkan pianonya dan suara emas Beyoncé terdengar. Ya, 'Hymn For the Weekend' adalah lagu selanjutnya.
Layar menampilkan sinar matahari di balik pegunungan saat Chris Martin berjalan mengitari panggung untuk menyapa penggemarnya.

Ruangan kembali menjadi gelap. Tiba-tiba, Chris Martin yang kala itu telah berganti pakaian dengan atasan putih tiduran di atas panggung. Ia pun menyanyikan lagu 'Fix You' yang terinspirasi dari kematian mantan mertuanya.
Di reff kedua tepatnya saat sang gitaris,Jonny Buckland tengah memainkan solo gitarnya, Chris Martin berlari dan melompat dengan heboh, membuat lagu tersebut semakin bertenaga untuk dimainkan.
Setelahnya, 'Heroes' milik David Bowie dibawakan sebagai bentuk penghormatan Coldplay pada pria yang meninggal tanggal 10 Januari 2016 itu.
'Viva La Vida' menyusul setelahnya. Lagu tersebut membius sang vokalis, membuatnya menari-nari dengan leluasa di atas panggung.

Aksi sang drummer, Will Champion, juga tak kalah memukau. Ia menggebuk drumnya dengan heboh seperti bedug.
Di akhir lagu, Chris Martin ambruk ke lantai dan intro 'Adventure of A Lifetime's dikumandangkan.
Video pada layar menampilkan empat simpanse penuh warna bergoyang mengikuti irama. Tak hanya itu saja keseruannya, namun bola-bola raksasa warna-warni juga tiba dilempar ke arah penonton di Standing Pen A dan B untuk meramaikan suasana.

Chris Martin juga mengajak penontonnya untuk melompat bersama-sama.
Layar pun gelap selama lebih dari lebih dari 5 menit. Ternyata, panggung Coldplay pindah ke pembatas Standing Pen A dan B. Ya, Chris Martin cs ada di atas sana.
Coldplay pun memainkan lagu yang di-request penggemarnya, yakni 'In My Place'. Dengan syahdu, lagu tersebut dibawakan tanpa alunan drum.
Setelah lagu selesai, Chris Martin mempersilakan drummer, Will Champion untuk menyanyikan lagu selanjutnya, yaitu 'Ocean'.
