Kumparan Logo
Konten Media Partner

Festival Desa Nelayan Pastabulu Prioritaskan Potensi Perikanan di Sula

Cermatverified-green

ยทwaktu baca 3 menit

comment
0
sosmed-whatsapp-white
copy-circle
more-vertical
Asisten Satu, Karim Buamona Foto bersama muspika, panitia, dan para tamu lainnya. Foto: La Ode Hizrat Kasim/cermat
zoom-in-whitePerbesar
Asisten Satu, Karim Buamona Foto bersama muspika, panitia, dan para tamu lainnya. Foto: La Ode Hizrat Kasim/cermat

Festival Desa Nelayan Pastabulu yang akan diselenggarakan pada 23 Agustus 2022, di Kecamatan Mangoli Utara, Kepulauan Sula (Kepsul), Maluku Utara (Malut) kunci utamanya adalah menjaga potensi perikanan dan kelautan.

Hal itu disampaikan Ketua Panitia Festival Desa Nelayan Pastabulu Muhammad Drakel. Bahkan, katanya, lagi mengupayakan mendatangkan investor agar nelayan di Desa Pastabulu dapat diperhatikan hingga pada pelestarian alam bawah laut.

"Pada Festival Desa Nelayan ini, kita akan mengupayakan para nelayan agar bisa memperhatikan dan melakukan pelestarian lingkungan baik itu alam bawah laut maupun pesisir pantainya," kata Memet, sapaan Muhammad Drakel, Senin (22/8/2022).

Selain itu, Memet mengungkapkan, masih ada yang kedapatan menangkap ikan dengan cara ilegal seperti menggunakan bom, sehingga menghancurkan terumbu karang.

Ketua panitia Festival Desa Nelayan Pastabulu Muhammad Drakel bersama Seretarisnya. Foto: La Ode Hizrat Kasim/cermat

"Jadi, upaya ini adalah memberikan kesadaran bagi masyarakat agar alam bawah laut ini bisa tetap lestari dengan menggunakan alat tangkap tradisional agar alam bawah laut kita tetap terjaga," ujar Memet.

Memet juga menyampaikan, sumber penghidupan nelayan ini dapat dilihat dari kelangsungan kehidupan alam bawah laut seperi ikan karang dan biota laut yang biasa hidup di terumbu karang.

"Sumber penghidupan bawah laut ini tergantung dari terumbu karang yang masih asri tanpa ada kerusakan alam bawah laut termasuk biota laut lainnya," tandasnya.

Pemprov Malut Apresiasi Kemenparekraf RI

Mewakili Gubernur Maluku Utara (Malut) Abdul Gani Kasuba, Asisten Satu (AS.1) Karim Buamona membuka dan meresmikan Festival Desa Nelayan Pastabulu di Kecamatan Mangoli Utara, Kabupaten Kepulauan Sula (Kepsul) serta mengapresiasi Kementerian Pariwisata dan Ekonomi Kreatif Republik Indonesia.

kumparan post embed

Dalam sambutan tersebut, karim mengatakan Kepsul merupakan negeri yang kaya akan budaya leluhur dari hasil perikanan dan pertanian serta diketahui secara umum alam bawah laut dan Teluk U yang populer.

Momen tersebut, lanjut dia, pada Festival Desa Nelayan Pastabulu ini mempunyai pesan moril yang bernilai tinggi serta kearifan lokal dan filosofi hidup masyarakat Sula menjadi Industri Kreatif warga setempat dalam menciptakan suasana Festival yang khidmat.

Tak hanya itu, Festival Desa Nelayan Pastabulu ini juga menyajikan berbagai macam kuliner khas Nelayan dan Khas kuliner Masyarakat Desa Pastabulu yang bernuansa Kuliner lokal Kecamatan Mangoli Utara.

kumparan post embed

"Kita disajikan suguhan kuliner seperti Karang Bakau, Ikan Bakar, Lapa-Lapa, dan aneka sajian Ikan Ngafi yang bernuansa khas kuliner lokal lainnya," kata Karim Buamona, selasa (23/8/22) malam.

Ia juga menyampaikan, di sepuluh Kabupaten dan Kota terus mencari terobosan baru yang inovatif dan berpotensi meningkatkan taraf hidup masyarakat melalui kekayaan Sumber Daya Alam (SDA) dan kekayaan budaya di masing-masing Daerah di Maluku utara.

"Dengan adanya Festival ini, kita akan berpeluang besar meraih kunjungan wisata yang tak kunjung ada batasnya. Kegiatan yang dilakukan oleh masyarakat pastabulu ini adalah bagian dari implementasi visi dan misi Bupati dan Wakil Bupati Kepsul, Fifian Adeningsih Mus (FAM) dan Saleh Marasabessy," jelasnya.

Pada kegiatan Festival ini, ia juga mengharapkan aga Pemerintah Daerah (Pemda) Kepsul dapat mendorong dalam keberlangsungan kegiatan Festival Desa Nelayan Pastabulu sebab Festival ini akan memberikan dampak positif bagi perekonomian, lingkungan dan sosial budaya pada khususnya di Kecamatan Mangoli Utara.

"Ini merupakan langkah strategis percepatan peningkatan ekonomi masyarakat setempat serta serta sebagai peluang untuk mempromosikan sektor pariwisata dan pengembangan pariwisata berbasis masyarakat," tandasnya.

---

La Ode Hizrat Kasim