Kumparan Logo
Konten Media Partner

Foto: Kuliner Khas Maluku Utara di Festival Kampung Nelayan Tomalou 2020

Cermatverified-green

comment
1
sosmed-whatsapp-white
copy-circle
more-vertical
Sentra Kuliner Pantai Ake Doe pada Festival Kampung Nelayan Tomalou 2020. Foto: Faris Bobero/cermat
zoom-in-whitePerbesar
Sentra Kuliner Pantai Ake Doe pada Festival Kampung Nelayan Tomalou 2020. Foto: Faris Bobero/cermat

Sejumlah lapak yang menyajikan kuliner khas Maluku Utara berjejer rapi, menghadap laut di lokasi Festival Kampung Nelayan Tomalou 2020 bertajuk ‘Menjaring Kekuatan di Atas Sampan’, yang baru dibuka pada Minggu, 1 Maret 2020 .

Ratusan warga yang menyaksikan pembukaan gelaran ini, pun tumpah ruah di sejumlah lapak, sekadar singgah mencicipi beragam kuliner khas Maluku Utara. Hampir semua masakan di sana berbahan dasar ikan.

kumparan post embed

Selain itu, belasan kuliner khas menjadi menu favorit para pengunjung. Menu spesial tersebut yakni: Gohu Ikan Tuna, Kusi Gohu, Ikan Bakar Colo-colo, Tela Gule, Pepes Cakalang, Daso Paru Tidore, Pisang Santan, Hula Bole/ Sagu Lombo, Kasbi Santan, Ikan Bakar Bumbu Kenari, Sup Tuna, Asam Pala, hingga Pepes Cumi Bumbu Kenari.

Berikut menu kuliner khas Maluku Utara yang tersedia saat pada gelaran Festaval Kampung Nelayan Tomalou (FKNT) 2020, yang diselenggarakan dari tanggal 1 hingga 8 Maret 2020:

Gohu ikan Tuna. Foto: Panitia FKNT 2020

Abdullah Dahlan, Ketua Pemuda Tomalou kepada cermat mengatakan, ada harapan besar dari kerja masyarakat setelah gelaran FKNT 2020 yakni, ada sentra ekonomi, atau pusat kuliner di sekitar area lokasi FKNT 2020.

Pepes Cumi Bumbu Kenari. Foto: Panitia FKNT 2020

“Bahkan, ada niat kita untuk membangun semacam museum nelayan di perairan sini (Tomalou),” kata Abdullah.

Tela Gule. Foto: Panitia FKNT 2020

Abdullah bersyukur, dengan adanya gelaran yang diinisiasi oleh masyarakat Tomalou sendiri, semakin memperkuat hubungan sosial yang sudah ada sejak zaman dulu.

Daso Paru Tidore. Foto: Panitia FKNT 2020

Bahkan, beberapa komunitas masyarakat dari Ternate turut berpartisipasi. Misalnya dalam hal berbagi pengetahuan dalam mengelola—mengemas kuliner khas Maluku Utara.

Sup Tuna Asam Pala. Foto: Panitia FKNT 2020

“Ke depan, harapan saya, para ibu-ibu di kampung kami, terus mengembangkan pengetahuan tentang mengemas kuliner khas kita, yang sebenarnya tak kalah jauh dengan makanan lainnya. Bahkan, kuliner kita punya nilai gizi yang tinggi,” ujarnya.

Kusi Gohu. Foto: Panitia FKNT 2020
Ikan Bakar Colo-colo. Foto: Panitia FKNT 2020
Pisan Santan. Foto: Panitia FKNT 2020
Foki Pele. Foto: Panitia FKNT 2020
Pepes Cakalang. Foto: Panitia FKNT 2020
Kasbi Santan. Foto: Panitia FKNT 2020
Hula Bole/ Sagu Lombo. Foto: Panitia FKNT 2020
Ikan Bakar Bumbu Kenari. Foto: Panitia FKNT 2020