Kumparan Logo
Konten Media Partner

Isi Pidato Bupati Halmahera Timur Sebelum Meninggal

Cermatverified-green

comment
0
sosmed-whatsapp-white
copy-circle
more-vertical
Bupati Halmahera Timur, Maluku Utara, Muhdin Ma’bud. Foto: Istimewa
zoom-in-whitePerbesar
Bupati Halmahera Timur, Maluku Utara, Muhdin Ma’bud. Foto: Istimewa

Bupati Halmahera Timur, Maluku Utara, Muhdin Ma’bud dikabarkan meninggal dunia, setelah berpidato di tengah massa—pendukungnya, pada Jumat sore, (4/9). Dalam pidatonya, Muhdin sempat berpesan pada generasi muda di daerah yang dipimpinnya itu.

Awalnya, Muhdin dan pasangan calon wakil bupati Anjas Taher melakukan pendaftaran sebagai pasangan calon kepala daerah di Komisi Pemilihan Umum (KPU) Halmahera Timur (Haltim).

kumparan post embed

Usai salat Jumat, Muhdin dan Anjas kembali bertatap muka dengan ribuan pendukung dan simpatisannya di depan Posko Pemenangan Din-Anjas di Desa Sangaji, Kecamatan Maba.

Muhdin berpesan pada generasi muda, saat berpidato. Katanya, generasi penerus harus mempertahankan spirit dan budaya yang diwariskan para leluhur.

kumparan post embed

“Zikir, lala, kabata, dan cakalele, generasi muda, generasi penerus pewaris cita-cita perjuangan para kapita harus memiliki spirit itu. Mari kita gunakan spirit itu untuk tidak lagi kalah, Saudara-saudara sekalian. Untuk tidak lagi jadi ‘ban serep’,” pekiknya diamini para pendukung.

“Perjuangan harus dikerjakan, Begitu pula dengan kehidupan, yang harus terus berjalan. Kita harus tuntaskan pembangunan sebagai pondasi negeri ini. Untuk selanjutnya, kami akan serahkan kepada generas-generasi muda. Pondasi pembangunan negeri ini harus kokoh, harus tangguh,” tutur Almarhum, yang saat itu didampingi Anjas.

Sayangnya, kalimat tersebut menjadi akhir dari pidato Bupati. Ia tiba-tiba jatuh pingsan dan langsung dipapah Anjas dan timnya. Kepala daerah dua periode ini lalu dilarikan ke RSUD Maba.

Sekitar pukul 16.25 WIT, Bupati Muhdin dinyatakan meninggal dunia. Hingga saat ini, belum ada keterangan resmi dari Pemerintah Kabupaten Haltim.