Video: Detik-detik Bupati Halmahera Timur Pidato lalu Meninggal

Bupati Halmahera Timur, Maluku Utara, Muhdin Ma’bud meninggal dunia, Jumat (4/9) sore. Muhdin menghembuskan napas terakhir di RSUD Maba setelah sempat terjatuh dan pingsan di tengah pidato politiknya.
Cermat mendapat video detik-detik terakhir saat Muhdin. Video berdurasi 30 detik itu memperlihatkan Bupati Muhdin berpidato dan tiba-tba pingsan. Berikut videonya:
Beberapa jam sebelumnya, Muhdin dan pasangan calon wakil bupati Anjas Taher diketahui telah melakukan pendaftaran sebagai pasangan calon kepala daerah di Komisi Pemilihan Umum (KPU) Haltim. Usai salat Jumat, Muhdin dan Anjas kembali bertatap muka dengan ribuan pendukung dan simpatisannya di depan Posko Pemenangan Din-Anjas di Desa Sangaji, Kecamatan Maba.
Saat berpidato, Muhdin banyak berbicara soal masa depan generasi muda Haltim. Dia menyatakan, generasi muda harus bisa mempertahankan spirit dan budaya yang telah diwariskan leluhur.
“Zikir, lala, kabata, dan cakalele, generasi muda, generasi penerus pewaris cita-cita perjuangan para kapita harus memiliki spirit itu. Mari kita gunakan spirit itu untuk tidak lagi kalah, Saudara-saudara sekalian. Untuk tidak lagi jadi ‘ban serep’,” pekiknya diamini para pendukung.
Muhdin yang didampingi Anjas di atas panggung mini meneruskan, perjuangan harus terus dikerjakan dan ditingkatkan. Begitu pula dengan kehidupan yang harus terus berjalan dan meningkat.
“Harus kita tuntaskan pembangunan pondasi negeri ini. Untuk selanjutnya kami akan serahkan kepada generasi-generasi muda. Pondasi pembangunan negeri ini harus kokoh, harus tangguh,” tuturnya.
Sayangnya, kalimat tersebut menjadi akhir dari pidato Bupati. Ia tiba-tiba jatuh pingsan dan langsung dipapah Anjas dan timnya. Kepala daerah dua periode ini lalu dilarikan ke RSUD Maba.
Sekitar pukul 16.25 WIT, Bupati Muh Din dinyatakan meninggal dunia. Hingga saat ini, belum ada keterangan resmi dari Pemerintah Kabupaten Haltim.
Muhdin Ma’bud merupakan Wakil Bupati Haltim pada periode 2010-2015 dan 2016-2020. Namun pada Maret 2019 ia dilantik menjadi Bupati Haltim menggantikan Rudy Erawan yang tersangkut kasus suap dan divonis 4,5 tahun penjara.
Pada Pilkada 2020 ini Muh Din kembali maju sebagai calon bupati petahana dengan menggandeng politikus Partai Golkar Anjas Taher. Keduanya diusung Partai Hanura, Partai Golkar, Partai Demokrat, Partai Nasdem, dan Partai Keadilan dan Persatuan Indonesia, dan menjadi paslon Pilkada Haltim pertama yang mendaftarkan diri ke KPU Jumat pagi.
