News
·
2 Oktober 2020 20:17

Pilkada Tidore: Posko SALAMAT Diobrak-Abrik OTK

Konten ini diproduksi oleh Cermat
Pilkada Tidore: Posko SALAMAT Diobrak-Abrik OTK (401304)
APK di Posko Paslon Salamat di Tidore Kepualaun, dirusaki OTK. Foto: Istimewa
Pilkada di Kota Tidore Kepulauan, Maluku Utara memanas. Pasalnya, Alat Peraga Kampanye (APK) berupa baliho serta bendera partai pengusung dan pendukung di Posko Pemenangan calon Wali Kota dan Wakil Wali Kota Tidore Kepulauan Salahuddin Adrias dan Muhammad Djabir Taha (SALAMAT) dirusak orang tak dikenal (OTK). Posko tersebut terletak di Desa Maitara Utara, Maluku Utara.
ADVERTISEMENT
Pantauan cermat, kondisi posko tersebut terlihat rusak parah. Bukan itu saja, bendera partai yang dipajang di sekeliling posko juga dicabut dan dibuang begitu saja.
Simpatisan SALAMAT yang tidak menerima tindakan tidak terpuji tersebut langsung melaporkan ke Mapolsek Tidore Utara. Didampingi tim hukum SALAMAT, simpatisan berharap pelaku segera diungkap dan diberikan efek jera agar tidak mengulangi hal yang sama lagi.
Pilkada Tidore: Posko SALAMAT Diobrak-Abrik OTK (401305)
APK di posko SALAMAT yang diobrak-abrik. Foto: Istimewa
Riski Hairudin, Pemuda Maitara Utara yang ditemui di Mapolsek usai membuat laporan menceritakan, pengrusakan tersebut terjadi pada pukul 03.00 WIT dini hari, Jumat (2/10).
”Subuh saya lihat atribut posko, spanduk dan bendera yang dirusaki kemudian dibuang ke tanah. Kejadian itu sekitar jam 3, karena jam 1 kami masih berada di posko,” ungkapnya.
ADVERTISEMENT
Hal ini dibenarkan simpatisan yang pertama kali melihat kondisi posko pascapengrusakan, Ata Marajabessy.
Pilkada Tidore: Posko SALAMAT Diobrak-Abrik OTK (401306)
APK di posko SALAMAT yang diobrak-abrik. Foto: Istimewa
"Saya heran, katanya pasangan SALAMAT di Pulau Maitara dibilang hanya menang 5 persen, kalau menang hanya 5 persen kenapa posko SALAMAT dirusaki? Ini kan aneh namanya. Ini tanda bentuk kepanikan dari oknum tersebut dan pasangan calonnya,” sesalnya.
Sementara itu, Tim Hukum SALAMAT Hamid Adam mengatakan, insiden tersebut adalah kejahatan demokrasi yang barangkali kalau tidak ditindak akan mejadi kultur di kemudian hari.
"Sehingga kami harap Polsek segera mengungkap siapa-siapa pelakunya. Saya yang tergabung dalam Tim Hukum Pasangan SALAMAT akan terus mengawal laporan di Polsek ini. Pengrusakan ini merupakan penghinaan, pelecehan terhadap kami,” ujar mantan Anggota DPRD Tikep itu.
Pilkada Tidore: Posko SALAMAT Diobrak-Abrik OTK (401307)
APK di posko SALAMAT yang diobrak-abrik. Foto: Istimewa
Politikus Partai Gerindra itu menegaskan, kasus tersebut merupakan pidana murni.
ADVERTISEMENT
”Dan perlu kita laporkan ke Polsek Tidore Utara agar masalah ini bisa terselesaikan secara hukum, karena pengrusakan atribut sudah masuk dalam tahapan kampanye. Sekalipun pelaku pengrusakan posko itu belum jelas tapi kita berharap agar pihak kepolisian bisa serius mengolah kasus ini sehingga pelaku bisa ditemukan, karena kami yakin dan percaya polisi bisa menemukan pelaku pengrusakan posko tersebut,” tegasnya.
Ketua DPC Partai Kebangkitan Bangsa Tikep Murad Polisiri yang juga Tim Pemenangan SALAMAT mengatakan, tindakan tidak berakhlak yang dilakukan OTK itu merupakan cerminan sikap dari kandidat yang mereka dukung. Murad mengimbau kepada pendukung dan simpatisan pasangan SALAMAT yang berada di empat kecamatan daratan Oba agar tidak membuat hal yang sama.
"Saya berharap agar pendukung dan simpatisan SALAMAT yang berada daratan Oba agar tidak terprovokasi oleh apa yang mereka lakukan dan jangan membuat kegaduhan atau kekacauan,” tandasnya.
ADVERTISEMENT
Terpisah, Kapolres Tidore Kepulauan (Tikep) AKBP Yohanes Jalung Siram saat ditemui membenarkan adanya laporan kerusakan posko salah satu pasangan calon. Dirinya mendesak agar polsek bergerak cepat menelusuri siapa pelaku pengrusakan tersebut.
”Tentu saya akan perintahkan ke anggota saya nanti untuk menyelidiki kerusakan tersebut. Tentu kalau sudah buat onar yang jelas kami akan proses,” tegasnya.
Kapolres juga meminta masyarakat ikut menjaga kemanan dan ketertiban pada Pilkada kali ini. Sebab, Pilkada bukan mencari keonaran tetapi mencari pemimpin yang terbaik untuk Kota Tidore Kepulauan ke depan.
Ia juga meminta anggotanya agar terus melakukan patroli memantau pelaksanaan tahapan Pilkada 2020.
”Hal ini penting, terutama perlu memberantas miras, karena miras ini biang kekacauan,” pungkasnya.
ADVERTISEMENT