Konten dari Pengguna

Single tapi Belum Punya Asuransi? Ini Jenis yang Cocok untuk Anda!

Cermati

Cermativerified-green

Membantu masyarakat Indonesia membuat keputusan keuangan dengan Cermat dan Tepat! Temukan produk keuangan terbaikmu di Cermati.com.

clock
comment
0
sosmed-whatsapp-white
copy-circle
more-vertical

Tulisan dari Cermati tidak mewakili pandangan dari redaksi kumparan

Single tapi Belum Punya Asuransi? Ini Jenis yang Cocok untuk Anda!
zoom-in-whitePerbesar

Cermati.com - Dalam beberapa hal, keputusan yang seseorang ambil saat masih melajang dengan setelah berkeluarga akan cenderung berbeda. Demikian halnya dengan pemilihan asuransi kesehatan atau asuransi jiwa serta urusan finansial lainnya. Bagi Anda yang masih single, mungkin pernah terpikir mempertimbangkan manakah yang lebih bermanfaat, asuransi jiwa atau kesehatan? Apalagi jika saat ini budget yang tersedia masih terbatas sehingga tak mungkin untuk mendapatkan keduanya.

Sebelum memutuskan pilihan, perlu Anda ketahui dulu apa perbedaan asuransi jiwa dengan asuransi kesehatan, serta manfaat apa saja yang akan Anda dapatkan kelak.

Asuransi Jiwa

Seperti diketahui, asuransi jiwa merupakan jaminan proteksi yang memberikan perlindungan atas kerugian finansial akibat dari risiko meninggal dunia, atau cacat tetap dan total, dengan memberikan uang pertanggungan kepada penerima manfaat asuransi tersebut.

Semua orang hidup pasti akan menemui ajal, hanya saja kita tak tahu kapan ajal itu akan menjemput. Dalam asuransi jiwa, uang pertanggungan akan diberikan kepada penerima sehingga dapat digunakan untuk berbagai macam kebutuhan. Misal, karena Anda masih single, maka jika Anda meninggal, penerima yang Anda pilih contohnya, adik kandung Anda, akan menerima sejumlah uang pertanggungan (UP) dari asuransi jiwa Anda.

Dewasa ini, asuransi jiwa sudah menjadi produk dasar yang paling banyak ditawarkan dan diambil oleh masyarakat. Banyak masyarakat yang sudah merasakan bagaimana kehidupannya dibantu oleh uang pertanggungan asuransi jiwa yang ada—seperti anak-anak yang ditinggal meninggal orangtuanya, contohnya.

Asuransi Kesehatan

Asuransi kesehatan merupakan asuransi yang memberikan perlindungan atas kerugian finansial akibat dari risiko sakit penyakit yang terjadi kepada tertanggung dengan menggantikan biaya pengobatannya. Asuransi kesehatan juga memberikan perlindungan tentang hal lain seputaran kesehatan seperti kehamilan, rawat gigi dan risiko kesehatan lainnya.

Adapun variasi asuransi kesehatan rawat inap sampai dengan rawat jalan mencakup mulai dari sistem cashless sampai dengan sistem reimbursement.

Banyak masyarakat yang sudah merasakan manfaat memiliki asuransi kesehatan, apalagi sejak pemerintah mengadakan asuransi kesehatan BPJS. Seperti diketahui, masyarakat dengan kepemilikan kartu BPJS dapat menggunakan sistem cashless dalam proses pembiayaan perawatan mereka, sehingga banyak orang dapat berobat tanpa harus mengeluarkan biaya sama sekali—tentunya terlepas dari iuran yang disetorkan pesertanya setiap bulan. Oleh sebab itu, kini asuransi kesehatan kerap dianggap penting oleh sebagian besar masyarakat pada umumnya.

Manakah yang Lebih Bermanfaat Bagi yang Single?

Jika berbicara mengenai penting atau tidaknya, baik asuransi kesehatan maupun asuransi jiwa memang sangat penting. Keduanya bermanfaat meskipun berbeda. Berdasarkan uraian di atas, dapat Anda simpulkan bahwa asuransi jiwa membantu meringankan beban keluarga akan kerugian finansial yang harus ditanggung, selain beban moral yang pastinya sangat nyata.

Saat risiko meninggal dunia datang, uang pertanggungan asuransi jiwa dapat digunakan untuk biaya pemakaman, biaya sakit penyakit yang mungkin diderita sebelum meninggal dunia (apalagi jika asuransi jiwa tersebut memiliki asuransi penyakit kritis), dan biaya kebutuhan hidup bagi anggota yang ditinggalkan, terutama apabila yang meninggal adalah seorang pencari nafkah bagi seluruh keluarga.

Sementara itu, asuransi kesehatan terdengar lebih cocok bagi Anda yang memilih untuk melajang karena dapat membantu meringankan beban biaya pengobatan yang terjadi ketika risiko sakit penyakit datang. Terutama jika biaya pengobatannya cukup mahal.

Perlu digarisbawahi, tidak seperti asuransi jiwa, asuransi kesehatan tidak memberikan uang pertanggungan yang dapat digunakan untuk hal apapun. Asuransi kesehatan hanya khusus membiayai biaya pengobatan penyakit tertentu saja.

Asuransi kesehatan dapat dipakai beberapa kali dan sangat berguna bagi orang yang memiliki riwayat rentan sakit di dalam hidupnya.

Jadi, manakah yang terbaik untuk Anda? Sekali lagi, keduanya memang penting. Namun jika berbicara mengenai “membeli asuransi sambil mengoptimalkan dana yang ada dalam rangka perencanaan keuangan yang baik selagi masih single”, jawablah beberapa pertanyaan di bawah ini untuk mendapatkan petunjuk sebagai pertimbangan selanjutnya.

1. Berapa besar uang yang Anda sediakan untuk membeli asuransi?

Kita tentu mempunyai perbedaan dalam perencanaan dan tujuan keuangan individual. Meski begitu, idealnya prioritaskan pendapatan Anda bukan hanya untuk asuransi saja. Anda akan ingin memprioritaskan penghasilan Anda untuk menabung dan berinvestasi.

Dengan demikian, berapa budget yang bisa Anda sediakan dan prioritaskan untuk asuransi? Dana yang tersedia besar kecilnya juga menjadi faktor penentu terkait asuransi manakah yang lebih penting dan bermanfaat untuk Anda.

Entah apakah itu asuransi jiwa atau asuransi kesehatan, asuransi yang Anda pilih akan menentukan berapa besar biaya premi yang harus Anda setorkan setiap bulannya. Umumnya asuransi kesehatan relatif lebih mahal dibandingkan asuransi jiwa sehingga Anda akan ingin merencanakan terlebih dahulu berapa besar uang yang bisa Anda prioritaskan untuk membayar premi asuransi per bulannya.

2. Berapa besar dana darurat yang Anda miliki?

Sebagai perencana keuangan yang baik, juga demi masa depan yang lebih terjamin, penting adanya bagi kita untuk menyediakan dana darurat. Seberapa besar dana darurat yang Anda miliki saat ini? ketersediaan dana darurat dapat membantu Anda untuk mempertimbangkan asuransi manakah yang lebih tepat untuk Anda.

Misal, jika dana darurat sudah cukup banyak, Anda dapat mempertimbangkan apakah masih butuh asuransi kesehatan atau hanya perlu mengambil asuransi jiwa saja? Dana darurat yang besar tentu dapat digunakan untuk membiayai sakit penyakit dan atau kebutuhan penting lainnya.

Pertanyaan ini sangat penting dan signifikan sebagai penentu. Anda yang memiliki riwayat sakit selama 5 tahun terakhir secara praktis lebih tinggi tingkat kebutuhannya akan asuransi kesehatan—bahkan meskipun usia Anda masih relatif muda. Jadi jika intensitas masuk rumah sakit Anda cukup tinggi, akan jauh lebih baik dan menjamin lagi jika ke depannya Anda membeli asuransi kesehatan.

Bagaimana jika intensitas sakit Anda rendah atau bahkan tidak pernah memiliki riwayat sakit? Jika demikian, maka kebutuhan akan sakit penyakit Anda kelak dapat diambil dari dana darurat, sehingga Anda bisa memprioritaskan untuk memiliki asuransi jiwa (dimana Anda dapat mengambil asuransi penyakit kritis).

4. Siapa saja tanggungan Anda? Adik? Orangtua?

Seperti yang sudah diuraikan di atas, bagi Anda yang memiliki tanggungan, akan jauh lebih efektif dan efisien jika Anda memilih asuransi jiwa, karena orang-orang tanggungan Anda bergantung pada penghasilan Anda.

Uang pertanggungan asuransi jiwa dapat digunakan untuk menggantikan penghasilan yang hilang dan membiayai kebutuhan hidup mereka, bila terjadi risiko meninggal dunia atau cacat tetap total sehingga penghasilan menjadi terhenti.

Yang pasti, selalu rencanakan keuangan Anda terlepas dari apapun tujuan yang sedang ingin Anda raih. Masukkan terlebih dahulu asuransi dan menabung ke dalam prioritas. Keuangan yang sehat terlebih dahulu ditunjang oleh keamanan finansial, barulah setelahnya Anda dapat mengembangkan investasi untuk kenyamanan Anda. Jadi, jangan ragu lagi untuk ajukan asuransi, ya!

Baca Juga:

Ikuti Juga: