Konten dari Pengguna

Jogja Darurat Demam Berdarah: Hilab Jogja Sediakan Vaksin, Apakah Efektif?

Christopher Immanuel Partasupena

Christopher Immanuel Partasupena

Mahasiswa Magister Manajemen Rumah Sakit, UGM

·waktu baca 2 menit

comment
0
sosmed-whatsapp-white
copy-circle
more-vertical

Tulisan dari Christopher Immanuel Partasupena tidak mewakili pandangan dari redaksi kumparan

HI-LAB Jogja, sebuah laboratorium dan klinik kesehatan terkemuka di Yogyakarta, mengumumkan ketersediaan vaksin untuk melawan demam berdarah melalui kanal akun instagram @hilabjogja.

instagram embed

Namun, pertanyaan yang muncul adalah: Apakah vaksin ini benar-benar efektif?

Kesiagaan Terhadap Demam Berdarah

Ilustrasi Nyamuk Aedes aegypti (sumber: https://www.cdc.gov/)

Demam berdarah dengue atau lebih dikenal dengan istilah DBD merupakan penyakit yang disebabkan oleh virus dengue yang ditularkan melalui gigitan nyamuk Aedes aegypti. Gejalanya meliputi demam tinggi, nyeri sendi, dan pendarahan.

Di Indonesia, demam berdarah masih menjadi ancaman serius, terutama di daerah dengan iklim tropis seperti Yogyakarta. Hal ini terbukti dengan kenaikan kasus penyakit demam berdarah dengue pada awal tahun 2024.

Kenaikan kasus demam berdarah di Yogyakarta telah mendorong klinik utama HI-LAB Jogja untuk menyediakan vaksin demam berdarah dengue

"HI-LAB Jogja menyediakan vaksin demam berdarah dengue dengan harapan menjawab kebutuhan vaksin untuk masyarakat kota Yogyakarta dan sekitarnya" Timpal Christo, Marketing HI-LAB Jogja.

Efektivitas Vaksin Demam Berdarah Dengue

Vaksin demam berdarah yang saat ini tersedia diklai mampu menurunkan angka penyakit tropis ini, lalu seberapa efektifkah vaksin ini?

"Vaksin yang saat ini tersedia dapat melindungi dari 4 serotipe virus dengue yang ditularkan oleh nyamuk Aedes aegypti atau Aedes albopictus. Hal ini dapat menurunkan angka kesakitan penderita" Ucap dr.Winda, dokter HI-LAB Jogja.

KIPI Vaksin Demam Berdarah

Selain dari pada efektivitas vaksin, KIPI (Kejadian Ikutan Paska Imunisasi) yang juga seringkali menjadi pertanyaan masyarakat umum yang akan melakukan vaksinasi.

KIPI Vaksin demam berdarah dengue bisa mencakup demam, nyeri dan kemerahan di tempat suntikan, sakit kepala, serta nyeri otot.

"Meskipun umumnya ringan dan sementara, pemahaman tentang kemungkinan efek samping ini penting dalam proses vaksinasi yang bertanggung jawab." tambah dr.Winda.

Jadwal Vaksinasi Demam Berdarah Dengue

Jadwal vaksinasi demam berdarah untuk berbagai kelompok usia:

Anak (Usia 6–18 tahun):

  • Anak-anak usia 6 hingga 18 tahun dianjurkan untuk menerima 2 dosis vaksin. Jarak pemberian dosis kedua adalah 3 bulan setelah dosis pertama.

Dewasa (Usia 18–45 tahun):

  • Dewasa usia 18 hingga 45 tahun juga diberikan 2 dosis vaksin. Jarak pemberian dosis kedua adalah 3 bulan setelah dosis pertama.

Lansia:

  • Sayangnya, hingga saat ini belum ada rekomendasi khusus mengenai vaksinasi demam berdarah dengue untuk lansia.