Kumparan Logo
Konten Media Partner

Cerita Perajin Tempe Cirebon Berjuang di Tengah Lonjakan Harga Kedelai

ciremaitodayverified-green

comment
0
sosmed-whatsapp-white
copy-circle
more-vertical
Seorang perajin tempe asal Kota Cirebon, Maduri tengah melakukan proses produksi tempe dari pengolahan kedelai. (Ciremaitoday)
zoom-in-whitePerbesar
Seorang perajin tempe asal Kota Cirebon, Maduri tengah melakukan proses produksi tempe dari pengolahan kedelai. (Ciremaitoday)

Ciremaitoday.com, Cirebon - Harga kedelai impor mengalami kenaikan harga dalam beberapa bulan terakhir. Kondisi tersebut membuat perajin tempe kelimpungan hingga menyiasati agar tetap bisa produksi.

Salah satunya Maduri (63), perajin tempe asal Kelurahan Sukapura, Kecamatan Kejaksan, Kota Cirebon, Jawa Barat. Maduri mengeluhkan kenaikan harga kedelai impor yang terjadi selama tiga bulan terakhir.

"Naiknya bertahap. Ya sudah tiga bulanan. Awalnya Rp 6.500 per kilogram, sekarang sudah Rp 9.500 per kilogramnya untuk kedelai yang impor ini," kata Maduri di rumah usahanya, Selasa (5/1/2021).

Maduri mengaku, tak bisa menaikan harga jual tempe hasil produksinya. Ia khawatir ditinggalkan konsumennya. Maduri menyiasatinya dengan mengurangi ukuran bungkus tempenya.

"Sedikit-sedikit kita kurangi. Ya walaupun untungnya berkurang. Yang penting bisa tetap produksi. Kalau menaikan harga sulitnya untuk di sini mah, jadi kita hanya mengurangi sedikit ukurannya," ujarnya.

Maduri memulai menjadi perajin tempe sejak 1970. Saat itu harga kedelai masih berkisar Rp 100 per kilogramnya. "Zaman itu masih bisa pakai kedelai lokal. Sekitar 1978 itu sudah mulai pakai kedelai impor," katanya.

Tampak produksi tempe yang diolah dari bahan baku kacang kedelai di Kota Cirebon, Jabar. (Ciremaitoday)

Menurut Maduri, kedelai lokal kualitasnya kurang bagus untuk bahan baku tempe. Maduri bergantung dengan kedelai impor. Ia berharap pemerintah bisa mencari solusi atas lonjakan harga kedelai impor saat ini.

"Kita sehari produksi sekitar satu kuintal kedelai. Harga tempe yang dijual tetap, ada yang Rp 77 ribu, Rp 55 ribu, dan Rp 5.000, tergantung ukurannya," tutupnya.(*)