ITB Tawarkan Konsep Living Lab untuk Benahi Kota Bandung

Konten Media Partner
2 September 2022 20:59
·
waktu baca 2 menit
sosmed-whatsapp-whitecopy-link-circlemore-vertical
Pusat Inovasi Kota dan Komunitas Cerdas ITB saat beraudiensi dengan Sekda Kota Bandung, Ema Sumarna, terkait rencana pembenahan kota. Foto: Humas Pemkot Bandung
zoom-in-whitePerbesar
Pusat Inovasi Kota dan Komunitas Cerdas ITB saat beraudiensi dengan Sekda Kota Bandung, Ema Sumarna, terkait rencana pembenahan kota. Foto: Humas Pemkot Bandung
ADVERTISEMENT
Ciremaitoday.com, Bandung - Sebagai kota metropolitan, Bandung memiliki berbagai permasalahan kota yang kompleks. Untuk itu, Pusat Inovasi Kota dan Komunitas Cerdas (PIKKC) Institut Teknologi Bandung (ITB) menawarkan konsep Living Lab sebagai solusi pembenahan Kota.
ADVERTISEMENT
Hal itu disampaikan Kepala Pusat Inovasi Kota dan Komunitas Cerdas (PIKKC) Institut Teknologi Bandung (ITB), Prof Suhono Harso Supangat, saat bertemu Sekretaris Daerah Kota Bandung, Ema Sumarna, di Balai Kota Bandung, Jumat (2/9/2022).
"Konsep Living Lab ini bisa menjadi salah satu langkah cepat menyelesaikan permasalahan di Kota Bandung dari lingkup terkecil," kata Suhono dalam keterangan yang diterima Ciremaitoday, Jumat (2/9/2022).
Rencananya wilayah DDG (Dipatiukur, Dago dan Ganesha) menjadi fokus pertama yang akan digarap Living Lab. Beberapa aspek masalah yang akan dibenahi, seperti ekonomi, sosial, dan lingkungan.
Tujuan penelitian konsep Living Lab ini adalah sebagai area percontohan di Indonesia.
"Sangat senang bisa berkontribusi dalam pembangunan Bandung. Living Lab ini bicara bagaimana kita membangun kualitas hidup lebih baik, kerja sama yang lebih luas dengan berbagai stakeholder," katanya.
ADVERTISEMENT
Menanggapi hal tersebut, Sekretaris Daerah Kota Bandung, Ema Sumarna mengatakan, Pemkot Bandung menyambut baik konsep Living Lab yang ditawarkan.
Sedang memuat...
S
Sedang memuat...
comment0 01 April 2020
"Kami harus menyambut baik konsep ini, sangat banyak beririsan dengan target kami. Pemerintah diberikan berbagai konsep penataan kota dari pada akademisi, Bandung punya banyak solusi," ujar Ema.
Ema menyebut, konsep Living lab ini sejalan dengan berbagai program yang sedang digarap Pemkot Bandung. Terutama terkait persoalan parkir, sampah, Pedagang Kaki Lima (PKL) dan kemacetan.
"Saya melihat mau Dipatiukur, Dago dan Ganesha, Braga persoalan tidak lepas dari 4 hal, parkir, sampah, PKL dan kemacetan. Dengan konsep Living Lab ini semoga menjadi solusi," katanya.
"Ini bagaimana pengelolaan ekonomi, sosial dan lingkungan yang ditopang dengan teknologi," imbuhnya.
ADVERTISEMENT
Ema berharap, kolaborasi dan kerja sama segera dapat ditindaklanjuti agar solusi permasalahan kota Bandung segera tertangani.
"Pola kerja sama kita atur supaya jelas siapa berbuat apa. Intinya, pemerintah kota sangat berterima kasih dan ini menjadi harapan kami. Pemkot Bandung idealnya jauh lebih maju dari yang lain. Kita punya SDM yang luar biasa," ujarnya.
Untuk diketahui, PIKKC adalah Pusat Inovasi Kota dan Komunitas Cerdas yang berada di bawah naungan ITB.
PIKKC didirikan dalam semangat menemukan dan menawarkan solusi atas masalah maupun tantangan yang dihadapi kota (atau desa, kabupaten, negara, dan lainnya), pada saat yang sama menghasilkan publikasi ilmiah sebagai kontribusi nyata terhadap ilmu pengetahuan.***
Baca Lainnya
Sedang memuat...
S
Sedang memuat...
·
Sedang memuat...
S
Sedang memuat...
·
Sedang memuat...
S
Sedang memuat...
·