Kelompok Pemuda di Kuningan, Jabar, Bentuk Pasar Induk Ikan Hias

Ciremaitoday.com, Kuningan - Berawal dari hobi memelihara ikan hias, sejumlah pemuda di Desa Bakom Kecamatan Darma Kabupaten Kuningan akhirnya membentuk Pasar Induk Ikan Hias. Pusat penjualan ikan hias yang diresmikan langsung Bupati Kuningan, H Acep Purnama ini terletak tak jauh dari kawasan wisata alam Waduk Darma Kuningan.
Tempat ini menyediakan beragam jenis ikan hias mulai dari ikan cupang, koi, lemon, manfish dan beragam jenis ikan hias lain.
"Pasar induk ikan hias ini dibentuk oleh pemuda-pemuda Desa Bakom yang awalnya memang gemar memelihara ikan hias," kata Ketua Kelompok Budidaya Ikan Tunas Harapan Desa Bakom, Nevo kepada awak media, Minggu (13/12/2020).
Dia berharap, adanya pasar induk ikan hias ini dapat menjadi wadah bagi pecinta ikan hias, sekaligus meningkatkan perekonomian warga khususnya Desa Bakom.
"Tentunya tujuan pasar ikan hias ini untuk meningkatkan perekonomian warga Desa Bakom dan Darma. Pasar Ikan hias ini berpotensi karena berada dekat Waduk Darma, semoga jadi ikon pusat oleh-oleh bagi wisatawan yang datang," harapnya lagi.
Sementara Bupati H Acep Purnama menuturkan, kehadiran pasar induk ikan hias di Kabupaten Kuningan akan menambah warna baru agar bisa meningkatkan perekonomian warga.
"Meski sudah banyak toko atau yang menjual ikan hias, tapi disini lebih kepada motivasi budidaya. Ini menambah warna baru di Kuningan dalam rangka meningkatkan ekonomi masyarakat," ucapnya.
Bupati Acep sangat mengapresiasi, adanya pendirian pasar induk ikan hias di Desa Bakom, sebab dapat menjadi wadah untuk para komunitas budidaya ikan hias sehingga kedepan bisa menjadi salah satu sentra ikan hias.
“Saya melihat potensi yang tumbuh dari sektor hobi peternakan ikan hias yang sangat potensial dikembangkan. Tinggal bagaimana masyarakat khususnya di Desa Bakom, bisa meningkatkan perkembangan pasar induk ikan hias ini," terangnya.
Dia menyarankan, selama proses budidaya maupun memelihara dan memasarkan ikan hias, ada baiknya jika meminta bimbingan dari para ahli salah satu caranya adalah dengan studi banding. Masyarakat dapat mencontoh wilayah Tulungagung, sebab dapat memasok ikan hias ke wilayah Jabar dan Jateng.
"Kuncinya adalah ketekunan, pembudidaya ikan melakukan studi banding untuk belajar pada ahlinya yang sudah berpengalaman. Inilah salah satu ruang yang dapat menjadi peluang di Kuningan, saya mohon bantuan pada semuanya untuk memanfaatkan media sosial dengan menyampaikan informasi bahwa disini telah ada pasar ikan hias dengan lokasi yang strategis dekat kawasan Waduk Darma Kuningan," pintanya.
Dia melihat, kegemaran memeilihara ikan hias ada di hampir setiap keluarga, namun tidak setiap orang mengerti cara merawat ikan hias yang baik. Sehingga diperlukan sosialisasi pemeliharaan ikan hias.
"Jika tidak dirawat dengan baik, ikan-ikan akan mudah mati. Saya mohon kepada Bapak Kadis Perikanan untuk merumuskan, bagaimana agar potensi budidaya ikan hias ini dapat tersosialisasi secara merata," imbaunya.
Ia menyebut, jika di Kuningan telah banyak pula warga yang mulai budidaya ikan hias. Beberapa diantaranya yakni Citangtu dan Padamatang.(*)
