Kumparan Logo
Konten Media Partner

Kiper Legendaris Persib soal Tragedi Kanjuruhan: Jangan Saling Menyalahkan

ciremaitodayverified-green

ยทwaktu baca 2 menit

comment
0
sosmed-whatsapp-white
copy-circle
more-vertical
Mantan kiper Persib, Sobur (kedua dari kanan). Foto: Istimewa
zoom-in-whitePerbesar
Mantan kiper Persib, Sobur (kedua dari kanan). Foto: Istimewa

Cirematoday.com, Bandung - Mantan kiper Persib Bandung di era kompetisi Perserikatan, Sobur, menyampaikan belasungkawa mendalam atas tragedi di Stadion Kanjuruhan, Malang, Jawa Timur. Dia berharap keluarga yang ditinggalkan dapat diberikan ketabahan dan kekuatan dalam menghadapi cobaan.

Di sisi lain, Sobur meminta kepada berbagai pihak agar tidak saling menyalahkan dan memberikan kepercayaan sepenuhnya penanganan kasus itu kepada Tim Gabungan Independen Pencari Fakta (TGIPF).

Dia juga meminta kepada berbagai pihak tetap mendukung PSSI yang dipimpin Ketua Umum Mochamad Iriawan, untuk melakukan perbaikan di seluruh aspek kompetisi.

"Saya sebagai insan sepak bola Jawa Barat mendukung penuh Ketua Umum PSSI untuk melakukan perbaikan di seluruh aspek baik format kompetisi, jam tayang, serta keamanan di dalam dan luar stadion," kata dia melalui keterangan yang diterima Ciremaitoday pada Minggu (9/10/2022).

Alangkah lebih baik, sambung Sobur, kini para pecinta sepak bola di tanah air tak saling menyalahkan atau menyudutkan salah satu pihak atas tragedi itu dan menyerahkan proses penanganan perkara kepada pihak yang memang telah diberikan kewenangan.

"Jangan lagi saling menyalahkan dan menyudutkan salah satu pihak," ungkap Sobur yang berjasa membawa Persib juara Perserikatan tahun 1986.

Sobur pun memberi apresiasi kepada Mochamad Iriawan atau Iwan Bule yang tetap berada di Malang untuk fokus mengawal investigasi kasus itu. Dia juga heran bila ada pihak yang menuntut Iwan Bule untuk mundur dari posisinya. Sebab, sepak bola di Indonesia, terutama di level tim nasional (Timnas) sedang berkembang ke arah yang lebih baik.

"Saya tidak habis pikir (soal desakan mundur), di luar jangkauan nalar saya karena bagaimana pun sepak bola sekarang dari pembinaan usia dini grass root sampai pembentukan tim nasional, kelihatannya dirasakan bahkan dirasakan berjalan bagus saja gitu kan," kata dia.

Diharapkan Sobur, dengan dilakukan perbaikan oleh PSSI dan tak ada pihak yang disudutkan atas tragedi itu, sepak bola Indonesia ke depannya jadi lebih baik. Jangan sampai, peristiwa tewasnya suporter terulang lagi di kemudian hari.

"Sekarang diharapkan bisa fokus menjalankan dan bisa tercipta ke depan iklim sepak bola yang lebih baik lagi, terutama yang terkait dengan suporter," pungkas dia.***