Hasil Foto Ponsel Mendekati Kamera Pro? Bisa Kok!

kumparanNEWSverified-green

clock

Ilustrasi foto lanskap yang diambil dari ponsel (Foto: Instagram/@kiky.dh)
zoom-in-whitePerbesar
Ilustrasi foto lanskap yang diambil dari ponsel (Foto: Instagram/@kiky.dh)

Kamu suka jeprat-jepret pemandangan alam saat traveling? Pakai ponsel atau kamera? Kalau lebih suka menggunakan ponsel, wajar saja. Sebab ponsel memang lebih enteng dibawa ke mana-mana.

Tapi, supaya foto-foto di ponselmu hasilnya bagus dan Instagram-able, bagaimana ya?

Fotografer lanskap atau lanskaper profesional Alfin Tofler memberikan tips agar hasil foto pemandangan alam di sepanjang perjalananmu bertualang, bisa mendekati hasil jepretan kamera digital.

“Pake flash sama fitur HDR (high dynamic range). Sudah banyak tuh (ponsel dengan) fitur HDR,” kata Alfin saat berbincang dengan kumparan (kumparan.com) di kawasan Jakarta Selatan, Senin (13/3).

HDR ialah fitur pada ponsel pintar yang memiliki kemampuan untuk menghasilkan foto indah dengan detail dan pencahayaan bagus. HDR sejak lama dikenal di dunia fotografi sebagai teknik untuk mereproduksi jangkauan cahaya yang lebih besar daripada gambaran standar.

instagram embed

For me, landscape photography is photography that focuses on the natural world and has a purpose. A good landscape picture should make a connection with the viewer, and tell you a story. It is not purely about taking yourself to beautiful locations --in fact the real skill comes from finding the beauty in everyday life.

Tips selanjutnya untuk menghasilkan foto bagus ialah dengan mengerti pencahayaan dan mempelajari proses editing foto.

“Kalau di handphone, permasalahannya dinamic range yang menyebabkan putih atau mataharinya sangat terang. Makanya, kalau pagi aman (untuk memotret), siang aman dengan persyaratan nggak menghadap matahari. Kalau menghadap matahari, nggak aman,” kata Alfin.

Jika terdapat pencahayaan berlebihan, foto akan berwarna putih. Dan foto yang memiliki warna putih terlalu banyak, sudah pasti akan lebih susah untuk diedit.

“Ketika lo ketemu warna hitam, itu masih bisa dinaikin (dibuat lebih terang). Cuma efeknya nanti file-nya agak sedikit ada noise,” ujar Alfin.

Noise adalah istilah untuk menyebut titik-titik berwarna yang terdapat pada foto, sehingga mengganggu kualitas foto dan membuat foto terlihat tak jernih.

Contoh foto noise (Foto: Wikimedia Commons)
zoom-in-whitePerbesar
Contoh foto noise (Foto: Wikimedia Commons)

Alfin menyarankan, lebih baik menghindari pengambilan foto pada sore hari menggunakan ponsel, sebab pencahayaan sore kurang bagus ditangkap kamera ponsel. Ini karena sensor kamera handphone terbilang rendah. Makin tinggi sensor, makin bagus hasilnya.

instagram embed

Ketiadaan kamera profesional sama sekali bukan masalah. Setidaknya hal itu yang selama ini dirasakan Kiky Dwi Hastuti, lanskaper yang menggunakan kamera ponsel dalam memotret.

Kiky ialah salah satu anggota InstaJKT, komunitas Instragram yang berdomisili di Jakarta. Melalui akun Instagramnya di @kiki.dh, Kiky membagi hasil jepretannya.

instagram embed

Kiky yang berprofesi sebagai Garuda Travel Officer ini hanya mengandalkan iPhone 5 dan beberapa aplikasi seperti Snapseed, Adobe Lightroom versi handphone, serta VSCO Cam. Ketiga aplikasi ini wajib buat Kiky.

“Kalau (memotret) pakai kamera itu ribet banget, harus setting kamera segala macam. Kalau pake handphone tinggal buka kunci, tinggal jepret. Lebih efektif dan efisien,” kata perempuan berumur 27 tahun ini kepada kumparan, Jumat (24/3).

Sejauh ini, hasil jepretan Kiky belum pernah “pecah” alias kabur.

instagram embed

Bagaimana, tertarik untuk menerapkan tips and trick di atas?

In a world and a life that moves so fast, photography just makes the sound go out and it makes you stop and take a pause. Photography calms me.

Simak selengkapnya di sini