Mengabadikan Alam lewat Fotografi Lanskap

Menangkap momen terbaik yang disuguhkan alam di hadapan mata kita. Itu kerap menjadi kecenderungan mereka yang bepergian dengan membawa ponsel berkamera. Terlebih ketika kita mengunjungi suatu tempat yang mungkin tak setiap hari kita datangi.
The world is incomprehensibly beautiful --an endless prospect of magic and wonder.
Ansel Adams ialah Bapak Fotografi Lanskap. Ya, lanskap dalam artian pemandangan alam atau tata ruang di luar gedung.
Jadi, yang dimaksud fotografi lanskap ialah memotret pemandangan alam yang di dalamnya cenderung tidak menampilkan aktivitas manusia, agar jepretan kamera fokus pada keindahan alam tanpa campur tangan manusia.

Selain Ansel Adams, beberapa tokoh fotografer lanskap --yang disebut dengan istilah lanskaper-- yaitu Mark Gray, Galen Rowell, Edward Weston, dan Charlie Waite.

I began to realize that the camera sees the world differently than the human eye and that sometimes those differences can make a photograph more powerful than what you actually observed.


Salah satu lanskaper Indonesia, Alfin Tofler, menyebut fotografi lanskap terhitung mudah dibanding cabang fotografi lain, sebab fotografer memotret pemandangan yang memang sudah bagus.
“Gampang karena lo ada di tempat itu, dan tempatnya udah bagus. Tugas lo buat bikin itu better. Cuma kayak gitu aja,“ kata Alfin ketika berbincang dengan kumparan (kumparan.com) di Jakarta Selatan, Senin (13/3).
Tentu saja, untuk membuat gambar pemandangan alam yang sudah bagus makin terlihat apik dalam sebuah potret, tetap membutuhkan sedikit (atau banyak) upaya. Pun, bentangan alam indah tak selamanya memukau. Untuk menangkap momen terbaik, kadang dibutuhkan kesabaran.

A landscpae image cut across all political and national boundaries. It transcends the constraints of language and culture.
Seperti apa sih foto-foto lanskap nan menawan itu? Yuk, simak gambar-gambar berikut.





Simak selengkapnya di sini
