Pesona Hitam Putih dalam Fotografi Still Life

kumparanSTYLEverified-green

clock
comment
2
sosmed-whatsapp-white
copy-circle
more-vertical

Ilustrasi fotografi still life hitam putih (Foto: Pinterest)
zoom-in-whitePerbesar
Ilustrasi fotografi still life hitam putih (Foto: Pinterest)

Hitam putih tak selamanya membosankan. Foto hitam putih justru memberikan warna tersendiri bagi penikmatnya.

Fotografi still life --seni membuat benda mati menjadi “hidup” dan “bercerita”-- pun dapat memberikan kesan berbeda dengan pilihan warna hitam putih.

Irma Alaydrus, peminat fotografi still life, mengatakan benda mati bisa dipotret sehingga seolah memiliki jiwa, dengan penataan dan pencahayaan yang tepat.

[Baca: “Menghidupkan” yang Mati lewat Fotografi Still Life]

Salah satu fotografer yang menyukai nuansa hitam putih still life yaitu Silva Sandiarini. Perempuan 36 tahun ini menaruh hati pada foto hitam putih. Baginya, foto hitam putih memiliki efek dramatis lebih dibanding foto berwarna.

Tapi, kata ibu dua anak itu, “Karakter orang Indonesia beda dengan orang bule. Mereka (orang bule) pasti anggap foto hitam putih bagus-bagus saja. (Karena selera orang Indonesia itu) aku jarang foto hitam putih.”

[Baca: 6 Tips agar Foto Still Life Kamu Instagramable]

instagram embed

Silva akhirnya jarang memuat foto hitam putih di Instagram, dan tetap mengunggah foto berwarna karena melihat audiensnya lebih suka foto berwarna dibanding hitam putih.

Dulu, kecintaannya Silva pada hitam putih pernah membuat kliennya marah. Saat membantu suaminya bekerja sebagai fotografer prewedding, Silva membantu mengedit foto klien suaminya dalam warna hitam putih.

“Aku edit hitam putih karena B&W (black and white) akan lebih dramatis. Albumnya aku buat B&W semua, kliennya marah-marah,” ucap fotografer freelance berbasis di Jakarta ini.

[Baca: Deretan Potret Memikat di Tangan Para Muslimah]

instagram embed

Masih ingin tahu lebih hitam putih dalam fotografi still life? Berikut potretnya.

embed from external kumparan

embed from external kumparan

embed from external kumparan

embed from external kumparan

embed from external kumparan

embed from external kumparan

embed from external kumparan

embed from external kumparan

embed from external kumparan

embed from external kumparan

Bagaimana menurutmu? Bagus, bukan?