Densus 88 Selidiki Keberadaan WNI di Marawi

Kepolisian Republik Indonesia mengonfirmasi adanya WNI di tengah konflik antara tentara dan ISIS di kota Marawi, Filipina selatan.
Menurut Kadivhumas Mabes Polri, Irjen Pol Setyo Wasisto, Minggu (28/5), ada 11 WNI yang masuk ke Filipina secara resmi. Sumber kumparan (kumparan.com) sebelumnya mengatakan bahwa mereka adalah rombongan Jemaah Tabligh yang ke Marawi dalam misi dakwah.
"Di Marawi, ini laporan dari Kapolda Sulut ke atase Polri di Davao. Sebelas orang WNI ini masuk ke Filipina secara legal. Sekarang masih didalami Densus 88, tapi tetap dicek keberadaan dan latar belakang mereka," ujar Setyo.
Baca juga: Operasi Menyelamatkan 16 WNI Anggota Jemaah Tabligh dari Marawi
Sumber kumparan mengatakan WNI di Marawi telah mendapatkan izin dari kepolisian dan pemerintah kota tersebut. Mereka sempat dievakuasi ke dekat kantor polisi, namun secara umum keadaan mereka aman.
"Informasi awal mereka akan berdakwah, tidak ada kaitan dengan kelompok Filipina selatan," kata Setyo.
Baca juga: WNI di Marawi Tolak Evakuasi, Pilih Tinggal untuk Berdakwah

Setyo mengatakan saat ini mereka tengah diupayakan untuk segera dipulangkan ke Indonesia.
Beberapa titik di kota Marawi dilaporkan masih dikuasai Maute, kelompok yang berafiliasi dengan ISIS, setelah baku tembak terjadi Selasa lalu.
Baca juga: WNI Tewas di Kota Marawi Akibat Invasi Militer Filipina
Beberapa warga asing di kelompok ini dilaporkan tewas, seorang di antaranya disebut sebagai WNI bernama Ayman Marjuki. Diduga dia adalah anggota ISIS. Warga lainnya yang tewas berasal dari Arab Saudi dan Malaysia.
Setyo mengatakan, soal WNI yang tewas ini masih terus diselidiki oleh aparat di Filipina.
"Ini sedang kita dalami oleh otoritas Filipina dan atase Polri di sana," lanjut Setyo.
