Kapal Kemanusiaan ACT Akan Melaut, Boyong 1.000 Ton Beras ke Afrika

Lembaga donasi Aksi Cepat Tanggap (ACT) akan mengapalkan 1.000 ton beras untuk membantu mengatasi kelaparan di negara-negara Afrika. Jika tidak ada halangan, kapal kemanusiaan pembawa bantuan dari rakyat Indonesia itu akan diberangkatkan bulan ini.
Juru bicara ACT, Iqbal Setyarso, mengatakan beras ini dihimpun dari perorangan maupun lumbung pangan masyarakat (LPM). Pengiriman dengan kapal kemanusiaan sebesar 1.000 ton bulan ini adalah keberangkatan pertama dengan target 25 ribu ton yang rampung pada Idul Fitri tahun ini.
"Kapal kemanusiaan adalah wahana yang berkelanjutan, bagaimana mempartisipasikan masyarakat berfilantropi. Ini bukan program sesaat dan melibatkan hampir seluruh rumah tangga Indonesia karena tidak semata-mata berbasis uang," ujar Setyarso kepada kumparan (kumparan.com), Selasa (4/4).
Baca juga: Kurang dari Dua Hari Puluhan Orang Tewas Kelaparan di Somalia

Beras ini nantinya akan diantarkan ACT ke negara-negara yang tengah dilanda bencana kelaparan, seperti Somalia, Sudan Selatan, Yaman dan Nigeria. Rencananya kapal kemanusiaan ACT akan berlayar ke pelabuhan Mogadishu di Somalia dan ke Yaman, sebelum dilanjutkan dengan pesawat ke Sudan Selatan dan Nigeria.
Donasi sekitar Rp 10 miliar akan digunakan untuk pembelian 1.000 ton beras tersebut. Nantinya beras akan dibagi menjadi 25 kg per paket. "Kebutuhannya sangat besar, 25 ribu ton target kita. Tahap awal adalah 1.000 ton, dengan kemasan 25 kg per pack," kata Syuhelmaidi Syukur, pejabat ACT lainnya.
"1.000 ton untuk 40 ribu kepala keluarga, targetnya adalah 25 ribu ton untuk 1 juta kepala keluarga," lanjut Syuhelmaidi.
Baca juga: Kisah Relawan Bagikan Bantuan dari Rakyat Indonesia ke Somalia

Diperkirakan ada 6,2 juta jiwa yang kelaparan di Somalia, di Sudan ada 4,9 juta orang, Nigeria 5,1 juta, dan Yaman 7,3 juta. Kelaparan di negara-negara Afrika ini terjadi akibat kemarau berkepanjangan dan konflik. Jika tidak segera diatasi, dikhawatirkan ratusan ribu orang akan tewas kelaparan.
Belum ada tanggal pasti keberangkatan kapal kemanusiaan ACT, Setyarso memperkirakan sekitar pekan depan. Kapal kemanusiaan ACT nantinya akan diberangkatkan dari Semarang atau Surabaya dan pengadaan beras dari LPM di Blora. Pengapalan bekerja sama dengan PT Samudera Indonesia.
"Hal-hal teknis sedang diperjuangkan agar beras sumbangan tidak dibebani aturan-aturan ekspor dan sedang didorong untuk mendapat kemudahan. Afrika sekarat berpacu dengan waktu, semoga dimudahkan," ujar Setyarso.
