Marawi Kian Mencekam, 19 Warga Sipil Terbunuh

Situasi di kota Marawi, Filipina selatan, masih mencekam hingga saat ini. Puluhan orang tewas dalam pertempuran antara ISIS dan tentara Filipina, tidak sedikit dari kalangan warga sipil.
Menurut Reuters, Senin (29/5), sedikitnya 61 militan ISIS tewas dalam baku tembak dengan tentara. Dari kubu militer, 20 orang tewas, dan warga sipil 19 orang meninggal dunia.
Beberapa jasad warga sipil ditemukan di dasar jurang kota Marawi. Mereka hendak mengungsi dari kota tersebut untuk mencari aman di kota tetangga.
Baca juga: Mayat Warga Bertuliskan "Munafik" Dibuang di Jurang Kota Marawi

Sebagian besar dari 200 ribu warga kota Marawi dilaporkan telah mengungsi ke Iligan, terpaut jarak hingga 38 km. Militer khawatir pertempuran akan melebar hingga ke Iligan akibat penyusupan ISIS di rombongan pengungsi.
Hampir sepekan pertempuran antara kelompok Maute yang berafiliasi dengan ISIS dan tentara Filipina di Marawi. Militer Filipina meyakini serangan dilakukan Maute jelang bulan Ramadan untuk menarik perhatian ISIS di Suriah dan Irak, dan mendapat pengakuan sebagai cabang kuat mereka di Asia Tenggara.

Menurut militer, ISIS masih menguasai setidaknya sembilan dari 96 distrik di Marawi. Ribuan orang terjebak dalam pertempuran, tidak bisa kemana-mana dan mulai kehabisan makanan.
Ada sekitar 11 warga negara Indonesia di Marawi. Mereka yang merupakan rombongan Jemaah Tabligh dilaporkan dalam keadaan aman dan tengah berupaya dievakuasi.
Baca juga: Densus 88 Selidiki Keberadaan WNI di Marawi

Presiden Filipina Rodrigo Duterte menerapkan darurat militer di Mindanao akibat konflik Marawi ini. Juru bicara Duterte, Ernesto Abella, mengatakan darurat militer sudah tepat diterapkan di Mindanao.
"Maute mulai mengibarkan bendera Negara Islam Irak dan Suriah [ISIS] di beberapa wilayah, mereka secara terbuka ingin kedaulatan pemerintah Filipina di Mindanao. Ini adalah pemberontakan," kata Abella.
