Putin Angkat Bicara Soal Serangan AS ke Suriah

Presiden Rusia Vladimir Putin angkat bicara soal serangan Amerika Serikat ke Suriah. Menurut Putin, serangan rudal AS ke pangkalan udara Suriah "ilegal dan melanggar hukum internasional".
Diberitakan Reuters, berbicara melalui juru bicaranya, Dmitry Peskov, Putin mengatakan bahwa hubungan antara AS-Rusia akan terdampak akibat serangan ini.
Putin menyebut serangan yang diperintahkan Donald Trump adalah "agresi terhadap negara berdaulat" dan "upaya menutupi" kematian warga sipil di Irak akibat serangan AS.
Komentar Putin ini disampaikan menyusul tembakan 59 rudal Tomahawk oleh dua kapal perang AS ke pangkalan militer udara Suriah di Shayrat, provinsi Homs, pada Jumat dini hari (7/4).
Baca juga: Serang Suriah, AS Akan Berhadapan dengan Rusia dan Iran

Serangan ini adalah respons dari serangan senjata kimia yang diduga dilakukan rezim Bashar al-Assad yang dibekingi Suriah, menewaskan lebih dari 80 orang, puluhan di antaranya anak-anak.
Rusia sejak tahun 2015 lalu telah membantu Suriah menyerang beberapa kota yang dikuasai kubu oposisi bersenjata. Berkat bantuan serangan udara Rusia, Suriah berhasil merebut beberapa kota, termasuk Aleppo.
Baca juga: Kapal Perang AS di Timur Tengah Dimobilisasi Kepung Suriah
Baik Suriah dan Rusia membantah mereka telah menggunakan senjata kimia dalam serangan Selasa lalu di Khan Sheikhoun.
Donald Trump dalam pernyataannya, menegaskan bahwa kekerasan di Suriah harus segera dihentikan. Ini adalah kali pertama AS melancarkan serangan terhadap Suriah.
Putin menegaskan bahwa Suriah tidak memiliki senjata kimia dan serangan AS akan menghambat upaya internasional memberantas terorisme.
