Selembar Memo Ungkap Alasan Trump Pecat Direktur FBI

Isi dari selembar memo yang bocor ke media Amerika Serikat diduga menjadi alasan Presiden Donald Trump memecat Direktur FBI James Comey. Dari isinya, bayang-bayang Rusia Rusia dalam pemerintahan Trump semakin nyata.
Memo yang ditulis oleh Comey itu bocor ke New York Times dan ramai diberitakan banyak media, salah satunya dikutip oleh Reuters, Selasa (16/5). Dalam memo itu, Comey menuliskan secara rinci percakapannya dengan Trump sehari setelah Michael Flynn, penasihat keamanan Gedung Putih, mengundurkan diri.
Flynn mundur pada Februari lalu setelah percakapannya dengan Duta Besar Rusia untuk AS, Sergey Kislyak, sebelum Trump dilantik presiden terungkap. Dalam percakapan itu, Flynn berbicara soal pencabutan sanksi terhadap Rusia. Namun kepada Wakil Presiden AS Mike Pence, Flynn berbohong, mengaku tidak berbicara soal sanksi.
Baca: Penasihat Keamanan Donald Trump Mundur
Kebohongan Flynn memicu penyelidikan oleh FBI karena dianggap mengancam rahasia negara. Namun Trump, berdasarkan bocoran memo, meminta Comey untuk menghentikan penyelidikan terhadap Flynn.
"Dia adalah pria yang baik. Saya berharap kau bisa melupakannya," ujar Trump kepada Comey seperti yang ditulis dalam memo.
Tidak jelas apakah penyelidikan terhadap Flynn dilanjutkan atau tidak. Namun tiga bulan setelahnya, Trump memecat Comey, dengan alasan tidak lagi memberikan kepemimpinan yang efektif.

Banyak suara miring yang mengatakan Comey dipecat setelah FBI menyelidiki hubungan antara Rusia dengan peretasan email Hillary Clinton pada kampanye pemilu tahun lalu. Setelah memo ini terungkap, Rusia kembali mencuat dan diduga berada di balik pemecatan Comey.
Baca juga: Presiden Donald Trump Pecat Direktur FBI, Diduga Terkait Rusia
Nama Rusia semakin kental setelah Trump tidak sengaja mengungkapkan rahasia intel AS kepada Menlu Rusia.
Comey ditunjuk menjadi direktur FBI pada pemerintahan Barack Obama pada 2013. Seharusnya masa jabatannya baru habis di tahun 2023.
Pihak Gedung Putih membantah memo tersebut. Menurut pernyataan Gedung Putih, memo itu "tidak jujur atau menggambarkan dengan tepat percakapan antara Presiden dan Comey."
Baca juga: Trump Tidak Sengaja Bocorkan Rahasia Intelijen AS ke Rusia
Namun memo ini dikecam oleh anggota parlemen AS. Menurut mereka, perkataan Trump itu adalah bentuk dari campur tangan presiden terhadap penyelidikan aparat.
"Memo ini adalah bukti kuat pengadangan terhadap keadilan dan harus segera diselidiki oleh penyidik khusus independen," kata Senator dari Partai Demokrat Richard Blumenthal.
