PKM-PM UNY 2026 & SDN Vidya Qasana Jamin Keberlanjutan Program Melalui 3 Desain

Mahasiswa Program Studi Manajemen Pendidikan, Universitas Negeri Yogyakarta
·waktu baca 3 menit
Tulisan dari Dhani Febriansyah tidak mewakili pandangan dari redaksi kumparan

YOGYAKARTA — Tim Program Kreativitas Mahasiswa bidang Pengabdian Masyarakat (PKM-PM) Universitas Negeri Yogyakarta (UNY) 2026 bersama SD Negeri Vidya Qasana sukses mengesahkan dan merealisasikan tiga desain keberlanjutan program. Langkah strategis ini dilakukan untuk memastikan keberlangsungan program peningkatan kemampuan literasi siswa slow learner melalui inovasi media belajar "Interactive Literacy Box" agar tetap berjalan secara mandiri.
Tim PKM-PM UNY 2026 ini diketuai oleh Astri Rianisa Hastuti (Manajemen Pendidikan 2024), beranggotakan Arizal Pratama (Teknik Manufaktur 2024), Dhani Febriansyah (Manajemen Pendidikan 2025), dan Aulia Nafiisah (Pendidikan Luar Biasa 2025), serta bergerak di bawah bimbingan dosen pendamping Meilinda Chrisdian Pertiwi, S.Si., M.Pd. Meskipun secara resmi program pengabdian ini berjudul "Pemberdayaan Guru SDN Vidya Qasana dalam Meningkatkan Kemampuan Literasi Siswa Slow Learner Melalui Media Interactive Literacy Box," fokus utama pada tahap akhir ini adalah memastikan inovasi media belajar dan metode pendampingan tersebut tidak berhenti ketika masa pengabdian tim usai.
Guna mewujudkan kemandirian tersebut, tim PKM-PM UNY 2026 dan SD Negeri Vidya Qasana saling berkolaborasi merumuskan, merealisasikan, sekaligus mengesahkan tiga tahapan desain keberlanjutan program yang krusial.
Langkah pertama ditandai dengan pembentukan sekaligus pengesahan Struktur Organisasi Pengelola Program. Struktur kepengurusan ini dipimpin langsung oleh Kepala SD Negeri Vidya Qasana, Dr. Dewi Rakhmawati, S.Pd., M.Si., selaku Penanggung Jawab Umum, yang dibantu oleh Koordinator Program, Seksi Pengendalian dan Pengembangan, serta Seksi Pelatihan dan Penerapan. Pembentukan struktur ini ditujukan untuk memberikan landasan kebijakan yang kuat, legalitas operasional, serta memastikan efektivitas dan keterawatan media program.
Keberhasilan kedua diwujudkan melalui pengintegrasian program ke dalam Kurikulum SD Negeri Vidya Qasana Tahun Ajaran 2026/2027. Inovasi ini diintegrasikan secara khusus ke dalam mata pelajaran Bahasa Indonesia maupun melalui program unggulan "Glow with Literacy Box" atau Sentuhan Kata. Pengintegrasian ini didedikasikan secara khusus untuk memastikan seluruh siswa slow learner di SD Negeri Vidya Qasana mendapatkan layanan literasi dan pendampingan yang tepat. Keputusan ini juga dilatarbelakangi oleh kebutuhan akan alokasi waktu pengajaran yang jelas dan terstruktur, sehingga pihak sekolah memiliki pijakan kuat untuk mengelola program secara mandiri.
Sebagai tindak lanjut, desain ketiga mencakup penyusunan sekaligus pengesahan Dokumen Perencanaan Pembelajaran (PP). Tim PKM-PM UNY 2026 dan SD Negeri Vidya Qasana menyusun dokumen PP pada mata pelajaran Bahasa Indonesia yang secara spesifik dirancang untuk mengakomodasi cara dan kebutuhan belajar siswa slow learner di sekolah tersebut. Dokumen strategis ini menjadi jangkar bagi para pendidik dalam merancang strategi diferensiasi, memberikan bimbingan intensif dengan memanfaatkan media "Interactive Literacy Box," serta mengevaluasi perkembangan literasi siswa slow learner secara berkala di dalam kelas.
Melalui sinergi yang solid dan terealisasinya ketiga tahapan tersebut, kehadiran "Interactive Literacy Box" diharapkan tidak sekadar menjadi inovasi sesaat, melainkan bertransformasi menjadi budaya belajar inklusif yang memfasilitasi peningkatan kualitas literasi bagi siswa slow learner secara berkelanjutan.
