Konten dari Pengguna

Saatnya Pelatihan Guru yang Relevan dan Berdampak

comment
0
sosmed-whatsapp-white
copy-circle
more-vertical

Tulisan dari Dian Safitri tidak mewakili pandangan dari redaksi kumparan

Bayangkan seorang guru yang masih menggunakan metode ceramah tunggal di era digital. Atau petugas administrasi sekolah yang masih kesulitan mengoperasikan komputer. Di tengah cepatnya perubahan zaman dan tuntutan pendidikan modern, kita tidak bisa hanya mengandalkan semangat kerja. Kemampuan dan keterampilan juga harus terus diasah.

Inilah mengapa pelatihan bagi tenaga pendidik dan tenaga kependidikan bukan sekadar kegiatan tahunan atau pelengkap laporan. Ia adalah pondasi penting untuk membangun pendidikan yang berkualitas, adil, dan relevan dengan kebutuhan zaman.

Mengapa Pelatihan Itu Penting?

Pendidikan tidak akan bergerak tanpa manusia yang menjalankannya. Sebaik apa pun kurikulum, sehebat apa pun sarana, jika guru dan tenaga kependidikan tidak berkembang, maka pendidikan akan tertinggal. Pelatihan dibutuhkan untuk:

  1. Menyesuaikan diri dengan perubahan kurikulum dan teknologi.

  2. Menemukan cara-cara baru mengajar yang menyenangkan dan efektif.

  3. Meningkatkan profesionalisme dan etika kerja.

  4. Memberikan layanan terbaik untuk siswa, orang tua, dan masyarakat.

Foto Pribadi : Pemanfaatan komputer untuk pembelajaran

Pelatihan Seperti Apa yang Dibutuhkan?

  • Pelatihan Inovasi Mengajar

Misalnya, pembelajaran berbasis proyek, literasi digital, pembelajaran berdiferensiasi, dan pemanfaatan AI dalam pendidikan.

  • Pelatihan Kecakapan Digital

Baik guru maupun tenaga administrasi perlu menguasai platform daring, aplikasi administrasi sekolah, dan keamanan data.

  • Pelatihan Layanan Prima dan Manajemen Sekolah

Untuk menciptakan lingkungan sekolah yang ramah, tertib, dan efisien.

  • Pelatihan Pendidikan Inklusif dan Karakter

Agar semua anak — termasuk yang berkebutuhan khusus — mendapatkan pelayanan yang setara dan penuh empati.

Tantangan di Lapangan

Sayangnya, pelatihan masih sering dianggap formalitas. Materinya kurang sesuai kebutuhan, pesertanya pasif, dan yang paling miris: tidak ada tindak lanjut. Akibatnya, pelatihan hanya berakhir di ruang kelas atau sertifikat.

Masih banyak guru di daerah yang belum mendapatkan pelatihan karena keterbatasan anggaran, koneksi internet, atau jarak yang jauh dari pusat pelatihan. Di sisi lain, tenaga kependidikan kerap luput dari perhatian, padahal mereka juga tulang punggung sekolah.

Bagaimana Agar Pelatihan Benar-Benar Bermanfaat?

1. Mulai dari pemetaan kebutuhan nyata di sekolah masing-masing.

2. Gunakan model pelatihan berbasis praktik, bukan hanya teori.

3. Bentuk komunitas belajar, KKG atau MGMP yang aktif dan kolaboratif.

4. Manfaatkan platform digital seperti Merdeka Mengajar untuk pelatihan mandiri.

5. Lakukan monitoring pasca pelatihan — apa yang sudah berubah?

Kesimpulan: Pelatihan yang Mencerdaskan, Bukan Melelahkan

Mari kita ubah cara pandang: pelatihan bukan beban, melainkan kesempatan berharga untuk tumbuh. Baik guru maupun tenaga kependidikan, semua layak mendapat akses pelatihan yang relevan, menyenangkan, dan berdampak.

Karena pendidikan yang hebat, selalu dimulai dari orang-orang hebat yang mau terus belajar.