Konten dari Pengguna

7 Cara Mengatasi Nervous saat Interview Kerja buat Fresh Graduate

D

Dunia Karier

Artikel yang membahas info seputar karier.

·waktu baca 3 menit

comment
0
sosmed-whatsapp-white
copy-circle
more-vertical

Tulisan dari Dunia Karier tidak mewakili pandangan dari redaksi kumparan

Cara Mengatasi Nervous saat Interview. Foto hanya sebagai ilustrasi saja. Sumber: Unsplash/Tim Gouw.
zoom-in-whitePerbesar
Cara Mengatasi Nervous saat Interview. Foto hanya sebagai ilustrasi saja. Sumber: Unsplash/Tim Gouw.

Nervous atau perasaan gugup dapat timbul saat akan mengikuti interview kerja. Cara mengatasi nervous saat interview kerja dapat dilakukan dengan persiapan matang, berdoa, hingga metode penenangan diri yang baik.

Pengalihan aktivitas bisa jadi tip jitu mengatasi nervous sebelum interview kerja. Perasaan gugup juga bisa diredakan dengan mengatur ritme pernapasan agar tubuh dan pikiran menjadi lebih tenang.

Cara Mengatasi Nervous saat Interview Kerja, Fresh Graduate Wajib Tahu

Cara Mengatasi Nervous saat Interview. Foto hanya sebagai ilustrasi saja. Sumber: Unsplash/Resume Genius.

Perasaan nervous seperti sakit perut, berkeringat hingga menangis kerap ditemui pada seleksi kerja tahap interview kerja. Cara mengatasi nervous saat interview, ada dalam buku Rahasia Mudah Mendapatkan Pekerjaan, Suryono Ekotama (2016:124-125).

Cara atasi perasaan nervous ketika hendak interview, apa lagi bagi fresh graduate, yakni jangan melakukan hal bodoh dan mengganggu proses interview. Berikut kegiatan yang bisa menjadi cara atasi perasaan nervous saat interview kerja.

1. Persiapan Diri: Riset Perusahaan

Sebelum interview, pelamar kerja dapat melakukan persiapan diri. Cari tahu mengenai perusahaan yang dilamar dan juga deskripsi pekerjaan. Hal-hal demikian perlu diingat dan dipahami oleh pelamar kerja.

2. Buat Pertanyaan yang Mungkin Ditanyakan

Kemudahan akses internet saat ini, kemudian banyaknya buku pengembangan diri, bisa menjadi pedoman sebelum mengikuti interview. Biasanya, dalam buku seputar interview kerja, terdapat pertanyaan yang kerap ditanyakan.

Pelamar kerja bisa memahami serta menuliskan poin penting pertanyaan yang akan ditanyakan pada catatan dan dibaca kembali saat di perjalanan atau saat sedang menunggu panggilan interview.

3. Istirahat yang Cukup

Mendekati hari wawancara kerja, pelamar kerja juga membutuhkan istirahat yang cukup. Perasaan nervous dapat memengaruhi kualitas istirahat. Oleh karenanya, pelamar kerja dapat berpikir lebih tenang dan memaksimalkan waktu istirahat dengan baik.

4. Berdoa dan Minta Restu Orang Tua

Kelancaran serta perasaan gugup saat interview kerja dapat diredakan dengan berdoa. Kemudian pelamar kerja juga bisa meminta restu dari orang tua atau orang terdekat agar diberi kemudahan saat interview.

5. Datang Minimal 30 Menit Sebelum Waktu Interview

Pelamar kerja dapat berangkat ke tempat interview lebih awal. Perhitungkan pula jarak tempuh dan keramaian kondisi jalan dengan baik agar tidak terlambat. Dengan pergi tidak tergesa-gesa, perasaan gugup berlebihan akan dapat diatasi di lokasi.

6. Atur Pernapasan

Saat menunggu nama dipanggil, tentu pelamar kerja akan tetap merasakan perasaan gugup yang semakin menjadi. Atur pernapasan dengan baik, agar perasaan lebih tenang. Hal ini juga membantu pelamar kerja mengingat apa yang telah dipersiapkan sebelumnya.

7. Lakukan Aktivitas Lainnya untuk Kurangi Gugup

Melakukan aktivitas yang dapat menenangkan diri, bisa bantu pelamar kerja mengurangi perasaan gugup berlebihan. Namun, perlu diingat bahwa aktivitas yang dilakukan bukan merupakan hal aneh dan hal yang berpotensi mengganggu proses interview.

Pengalihan pikiran dengan aktivitas untuk mengurangi perasaan gugup yang bisa dilakukan. Misalnya, menelepon atau chat dengan orang terdekat, berkomunikasi secukupnya dengan pelamar kerja lainnya, atau bisa juga mendengarkan musik favorit dengan headset.

Baca Juga: Saat Interview Apa Saja yang Dibawa? Jobseeker Wajib Catat!

Dengan mengetahui cara mengatasi nervous saat interview kerja, maka calon pelamar bisa lebih mempersiapkan diri saat mendapat undangan wawancara. Tip ini bisa dijadikan sebagai referensi menemukan cara menenangkan diri jelang interview, khususnya bagi fresh graduate. (Fitri A)