Tentang KamiPedoman Media SiberKetentuan & Kebijakan PrivasiPanduan KomunitasPeringkat PenulisCara Menulis di kumparanInformasi Kerja SamaBantuanIklanKarir
2025 © PT Dynamo Media Network
Version 1.98.1

ADVERTISEMENT
Ada banyak alasan yang membuat para karyawan ingin mengundurkan diri atau resign tapi masih terikat kontrak. Misalnya adalah lingkungan kantor yang tidak sehat, sehingga membuat kadar stres menjadi meningkat.
ADVERTISEMENT
Bila ingin melakukannya, maka para karyawan perlu memahami beberapa hal terlebih dahulu. Hal-hal tersebut bisa menjadi bahan pertimbangan sebelum mengajukan surat pengunduran diri.
Ingin Resign tapi Masih Terikat Kontrak, Pahami Hal-hal Ini
Berdasarkan buku Implementasi Model Supervisi Kepala Madradah Berbasis Kontrak Kerja, Herman, dkk (2023: 43), kontrak kerja merupakan perjanjian yang dibuat antara pengusaha (pemberi kerja) dengan karyawan.
Kontrak tersebut mempunyai masa berlaku. Jadi, selama masih berlaku, para karyawan harus melakukan kewajiban-kewajibannya sesuai kontrak tersebut. Misalnya adalah mengerjakan tugas-tugas yang diberikan oleh kantor.
Bagaimanapun juga, tak sedikit karyawan yang ingin mengundurkan diri karena berbagai alasan meskipun kontrak belum habis. Namun, ada beberapa hal yang harus dipahami bila ingin resign tapi masih terikat kontrak , seperti:
ADVERTISEMENT
1. Aturan Notice Period
Pemerintah melalui Undang-Undang Ketenagakerjaan telah menetapkan bahwa ada notice period, yakni minimal 30 hari sebelum hari kerja terakhir. Jadi, para karyawan perlu mengajukan pengunduran diri sesuai jangka waktu tersebut.
Bagaimanapun juga, kantor bisa mempunyai kebijakan lain tentang notice period tersebut karena berbagai alasan. Maka dari itu, para karyawan perlu memastikannya sebelum mengajukan pengunduran diri.
2. Aturan Denda
Banyak kantor yang menetapkan aturan denda atau pinalti bila para karyawan mengundurkan diri sebelum kontrak habis. Umumnya, jumlah denda tersebut sebesar gaji yang harus dibayarkan pada sisa waktu hingga kontrak habis.
Bagaimanapun juga, aturan ini bisa berbeda-beda tergantung kebijakan masing-masing kantor. Itulah mengapa, para karyawan juga perlu memastikannya kepada kantor.
3. Citra Negatif
Pengunduran diri sebelum masa kontrak habis bisa menimbulkan citra negatif antarkolega atau bahkan pimpinan kantor. Kemungkinan ini juga perlu dipertimbangkan secara matang sebelum para karyawan memutuskan untuk mengundurkan diri.
ADVERTISEMENT
Jadi, setidaknya ada tiga hal yang perlu dipertimbangkan bila ingin resign tapi masih kontrak. Supaya lebih jelas, para karyawan bisa berkonsultasi dengan pimpinan divisi atau HRD. (LOV)