Tata Cara Menghitung Biaya Bahan Baku yang Mudah untuk Perusahaan
Artikel yang membahas info seputar karier.
·waktu baca 2 menit
Tulisan dari Dunia Karier tidak mewakili pandangan dari redaksi kumparan

Cara menghitung biaya bahan baku yang mudah dan efisien perlu diketahui perusahaan agar tidak melebihi anggaran yang tersedia. Hal ini karena biaya bahan baku menjadi salah satu hal yang penting saat mengelola sebuah bisnis perusahaan.
Anggaran bahan baku merupakan anggaran produksi yang disusun secara rinci. Terdapat dua jenis bahan baku yang digunakan dalam proses produksi, yaitu bahan baku bersifat langsung dan bahan baku tidak langsung, sebagaimana dikutip dari buku Buku Ajar Anggaran Perusahaan, Irma Yunita. (2022:82).
Cara Menghitung Biaya Bahan Baku yang Mudah dan Optimal
Perusahaan perlu mengetahui cara menghitung biaya bahan baku yang mudah dan efisien. Hal ini untuk menghindari biaya overhead pabrik di perusahaan. Biaya bahan baku merupakan satu jenis biaya yang dialokasikan perusahaan untuk pengadaan bahan baku yang diperlukan.
Ada dua jenis biaya bahan baku yang perlu diketahui dan diidentifikasi. Yang pertama biaya bahan baku langsung, merupakan total biaya yang dikeluarkan perusahaan dalam pembelian bahan baku bersamaan dengan biaya komponen lainnya.
Sementara yang kedua adalah biaya bahan baku tidak langsung. Ini merupakan biaya yang dikeluarkan perusahaan untuk pembelian bahan yang mendukung proses produksi.
Contoh biaya bahan baku langsung adalah biaya pengemasan, penyimpanan dan pengiriman, gaji tenaga kerja, dan pajak. Sementara contoh biaya bahan baku tidak langsung adalah biaya penjualan, administrasi, dan biaya perawatan mesin.
Untuk menghitung biaya bahan baku, perusahaan bisa menggunakan rumus untuk memudahkan perhitungan. Adapun rumusnya sebagai berikut.
Biaya Bahan Baku = Saldo awal bahan baku + Pembelian bahan baku – Saldo akhir bahan
Untuk bisa lebih memahami rumus biaya bahan baku di atas, berikut contoh cara menghitung biaya bahan baku yang mudah.
Persediaan awal/saldo awal bahan baku: Rp30.000.000
Biaya pembelian bahan baku: Rp45.000.000 dan Rp7.500.000
Saldo akhir/nilai penjualan produk: Rp20.000.000
Dengan menggunakan rumus sebelumnya, maka perhitungannya sebagai berikut.
Biaya Bahan Baku = Rp30.000.000 + (Rp45.000.000 + Rp7.500.000) – Rp20.000.000: Rp62.500.000.
Jadi, biaya bahan baku yang perlu dikeluarkan perusahaan adalah Rp62.500.000. Perhitungan ini bisa digunakan untuk sektor bisnis manapun.
Baca Juga: Cara Menghitung Pesangon Perusahaan Pailit, Karyawan Perlu Tahu
Demikian cara menghitung biaya bahan baku yang mudah dan efisien untuk perusahaan. Pastikan mengetahui dan mencatat pembelian bahan baku dengan detail agar lebih mudah. (NAI)