Konten dari Pengguna

Cempedak: Karakteristik, Manfaat, dan Teknik Budi Daya

D

Dunia Tani

Artikel yang membahas seputar ilmu pertanian.

·waktu baca 4 menit

comment
0
sosmed-whatsapp-white
copy-circle
more-vertical

Tulisan dari Dunia Tani tidak mewakili pandangan dari redaksi kumparan

Ilustrasi tanaman dan buah cempedak. Foto: Pixabay
zoom-in-whitePerbesar
Ilustrasi tanaman dan buah cempedak. Foto: Pixabay

Cempedak merupakan buah tropis asli Indonesia yang kerap dijumpai di berbagai daerah seperti Sumatra, Jawa, Kalimantan, Sulawesi, hingga Maluku. Buah ini dikenal dengan aroma wangi yang khas, rasa manis, dan legit yang merupakan campuran aroma durian, nangka, dan kemang. Banyak orang mulai melirik cempedak karena memiliki nilai ekonomi yang tinggi serta potensi sebagai tanaman serbaguna.

Mengenal Cempedak

Menurut Mody Lempang dan Suhartati dalam jurnal Info Teknis EBONI berjudul Potensi Pengembangan Cempedak (Artocarpus integer Merr.) Pada Hutan Tanaman Rakyat Ditinjau Dari Sifat Kayu dan Kegunaannya, cempedak termasuk dalam genus Artocarpus yang masih satu kerabat dengan nangka (Artocarpus heterophyllus). Tanaman ini tumbuh subur di wilayah tropis dan menempati peringkat kedua sebagai buah yang paling diminati masyarakat Asia Tenggara setelah durian.

Asal Usul dan Klasifikasi Cempedak

Cempedak merupakan tanaman asli Indonesia yang tersebar luas hingga ke Thailand, Semenanjung Malaysia, dan Papua Nugini. Tanaman ini secara botani diklasifikasikan sebagai Artocarpus integer Merr., dengan beberapa nama sinonim seperti Artocarpus champeden (Lour) stoke dan Artocarpus integrifolia. Di berbagai daerah, cempedak dikenal dengan nama lokal yang beragam, seperti tiwadak di Kalimantan atau cubadak di Sumatra.

Manfaat dan Potensi Pengembangan Cempedak

Cempedak digolongkan sebagai Jenis Pohon Serba Guna (JPSG) karena hampir seluruh bagiannya bermanfaat. Kayu cempedak memiliki kualitas yang baik (kelas kuat II dan awet II) sehingga cocok untuk bahan bangunan rumah atau perahu. Selain buahnya yang mengandung antioksidan, bagian lain seperti biji dapat dikonsumsi setelah direbus, serta daun mudanya dapat dimanfaatkan sebagai pakan ternak.

Morfologi Cempedak

Morfologi cempedak memiliki variasi yang tinggi, terutama pada bentuk kanopi, daun, dan buahnya. Menurut penelitian Muchlis dkk. dalam jurnal Floribunda berjudul Keanekaragaman Cempedak (Artocarpus integer (Thunb.) Merr.) di Pulau Bengkalis dan Pulau Padang, Riau, karakter morfologi merupakan cara termudah untuk mengamati keanekaragaman jenis ini.

Ciri-Ciri Daun dan Batang

Daun cempedak memiliki bentuk yang bervariasi, mulai dari menjorong (paling umum), melonjong, hingga membundar telur sungsang. Batangnya kokoh dan pohonnya dapat tumbuh di bawah kanopi atau strata kodominan dalam hutan.

Bentuk dan Karakteristik Buah

Buah cempedak termasuk buah semu majemuk (syncarp) yang berbentuk silinder hingga lonjong. Menurut Abdullah Bin Arif dkk. dalam Jurnal Informatika Pertanian berjudul Optimalisasi Cara Pemeraman Buah Cempedak (Artocarpus champeden), buah ini bersifat klimakterik yang artinya masih dapat matang setelah dipanen, dengan daging buah yang lembut dan mudah dilepas dari daminya hanya dengan menarik tangkai buahnya.

Cara Budi Daya Cempedak

Budi daya cempedak memerlukan perhatian pada kondisi lingkungan agar tanaman dapat berproduksi secara optimal.

Syarat Tumbuh dan Persiapan Lahan

Cempedak ditemukan tumbuh di hutan primer maupun sekunder, baik di tanah darat maupun rawa. Syarat tumbuh optimalnya adalah pada ketinggian 1–700 m dpl dengan curah hujan tinggi sekitar 2.500–3.000 mm/tahun. Lahan harus disiapkan agar bibit mendapatkan akses cahaya dan nutrisi yang cukup.

Langkah-Langkah Penanaman

Regenerasi dapat dilakukan secara generatif (biji) maupun vegetatif (sambungan, cangkok, okulasi), namun penggunaan biji lebih umum karena persentase keberhasilan vegetatif yang masih rendah. Bibit ditanam dengan pola yang memungkinkan tanaman berkembang baik, bahkan dapat dikembangkan dengan pola tanaman campuran di antara pohon kehutanan lainnya atau dengan sistem agroforestri.

Tips Perawatan dan Pemeliharaan

Perawatan meliputi pembersihan gulma dan pengendalian hama. Hal unik pada pascapanen cempedak adalah proses pemeramannya. Untuk menyeragamkan kematangan, petani sering melakukan pelukaan pada kulit buah, namun penggunaan karbit atau ethrel dengan dosis yang tepat (seperti ethrel 1500-2000 ppm) terbukti lebih efektif dalam mempercepat pematangan tanpa merusak kualitas fisikokimia buah.

Kesimpulan

Cempedak menawarkan potensi besar baik sebagai sumber pangan maupun material kayu berkualitas tinggi. Dengan memahami morfologi yang beragam serta teknik budidaya dan pascapanen yang tepat, pengembangan cempedak dapat memberikan manfaat ekonomi sekaligus mendukung upaya konservasi lahan.

Reviewed by Satriyo Restu Adhi

Baca juga: Panduan Lengkap Budi Daya Buah Lokal dari Kebun hingga Pasar