Festival Microfilm 2026: Rayakan Ketangguhan Komunitas Lewat Sinema

Ajang Regional Screening & Awarding Day Inspiring Asia Micro Film Festival 2026 digelar di Ice Palace, Lotte Mall, Jakarta Selatan, Jumat (11/9). Mengusung tema Community Empowerment, festival ini memamerkan 11 karya terbaik dari sineas dan komunitas di berbagai daerah yang menyoroti isu pendidikan, inklusi, hingga pelestarian lingkungan.
Inisiatif yang digagas oleh Li Foundation dengan Djarum Foundation, Tanoto Foundation, dan Campaign for Good ini bertujuan mengawinkan gagasan sosial melalui kekuatan narasi film.
Ajang ini menghadirkan ruang kolaborasi bagi pegiat film, pelajar, dan organisasi untuk memperlihatkan upaya masyarakat saling mendukung di tengah keterbatasan.
Director Li Foundation, Candy Goh, menegaskan bahwa medium visual memiliki daya dorong yang kuat bagi pemberdayaan.
"Inspiring Indonesia 2026 bukan hanya tentang karya, tetapi juga tentang keterlibatan komunitas dan kekuatan storytelling dalam menciptakan perubahan. Karena pada akhirnya, setiap cerita yang dibagikan adalah bentuk empowerment," ujar Candy dalam sambutannya.
Antusias publik terhadap ajang ini terbukti tinggi. Sejak periode open call dibuka pada 21 April hingga 30 Juni 2026, kompetisi ini menyaring 127 karya dari 26 provinsi menjadi 21 semifinalis.
Tahap community vetting selama tiga pekan bahkan mencatat 7.411 dukungan terverifikasi di 38 provinsi, di mana 57,3% responden mengaku terdorong mempelajari isu lebih lanjut dan 65,2% berkomitmen membagikan film yang telah mereka tonton.
Founder Dama Kara, Nurdini Prihastiti, menyebut parameter penjurian menitikberatkan pada dampak nyata, bukan sekadar aspek sinematografi teknis semata.
"Kami harap karya-karya ini bisa menyentuh masyarakat lebih luas lagi untuk terinspirasi dan akhirnya membuat inisiatif baru untuk lingkungan sekitarnya," ungkap Nurdini.
Daftar Pemenang
Dalam acara penganugerahan, proyek Rancage produksi IPB University karya Wina Ekawati sukses menyabet Best Project Award dan mengantongi dana apresiasi senilai Rp 100 juta. Wina menyampaikan bahwa kemenangan ini merupakan batu loncatan penting.
"Kemenangan ini membuka peluang untuk membawa Rancage menjangkau lebih banyak pihak dan menghadirkan kolaborasi yang dapat memberikan manfaat bagi komunitas," ucap Wina.
Di kategori Best Micro Film Award, dewan juri menetapkan dua pemenang bersama dengan total hadiah Rp 75 juta, yakni Ruang ANTARA karya Takha Camilla (Feugee) dan memBEKAS karya Ronny Firmansyah (KATALIS).
Produser Palari Films, Muhammad Zaidy, menilai kedua film tersebut mampu menyampaikan gagasan secara emosional kepada penonton sehingga diyakini kuat memantik kepedulian publik.
Melengkapi torehan prestasi inovatif, kategori Best AI Film Award dianugerahkan kepada film Pulang karya Dika Karan dengan hadiah apresiasi sebesar Rp 30 juta.
Melalui ragam karya yang terpilih, festival ini kian menegaskan bahwa film pendek efektif menjadi jembatan empati sekaligus penggerak solusi atas berbagai persoalan sosial di Indonesia.
Ketiga pemenang di tiap kategori siap melanjutkan perjalanan ke tingkat regional untuk memperebutkan kesempatan tampil di Grand Final Inspiring Asia di Manila, Filipina, serta memperebutkan modal regional hingga USD100.000 untuk Best Project, USD50.000 untuk Best Micro Film, dan USD10.000 untuk Best AI Film.
