Kumparan Logo

Karina Ranau Laporkan Akun Media Sosial yang Diduga Hina Mendiang Epy Kusnandar

kumparanHITSverified-green

ยทwaktu baca 3 menit

comment
0
sosmed-whatsapp-white
copy-circle
more-vertical
Epy Kusnandar. Foto: Maria Gabrielle Putrinda/kumparan
zoom-in-whitePerbesar
Epy Kusnandar. Foto: Maria Gabrielle Putrinda/kumparan

Istri mendiang Epy Kusnandar, Karina Ranau, mengambil langkah tegas terhadap perlakukan tidak menyenangkan dari netizen di media sosial.

Karina mendatangi Polres Metro Jakarta Selatan dengan didampingi putranya, Quentin, untuk melaporkan akun yang dianggap telah menghina Epy Kusnandar.

Hal itu bermula saat Karina mengunggah konten video perayaan ulang tahun anaknya yang disusunnya dengan penuh kasih sayang.

Di tengah suasana duka, seorang netizen justru diduga menuliskan kalimat yang sangat kejam.

"Sakit banget komennya: 'Mampus dia sudah mati, mampus dia sudah mati.' Itu gimana sih buat kita gitu yang masih berduka dikomen begitu, dan itu sangat menyakitkan," kata Karina di Kalibata, Jakarta Selatan.

Keluarga Epy Kusnandar datangi gala premiere film Qorin 2 di XXI Epicentrum, Jakarta Selatan, Senin (8/12/2025). Foto: Vincentius Mario/kumparan

Istri Epy Kusnandar soal Dugaan Penghinaan Terhadap Mendiang Suami

Karina merasa penghinaan itu sudah tidak bisa ditoleransi karena menyerang sosok Epy, yang sudah tiada.

"Mendingan saya aja yang dibilang 'mati aja lo', enggak apa-apa. Tapi ini tuh orangnya memang sudah tidak ada, tapi dia mengucapkan seperti itu. Itu sangat menyakitkan, sangat merusak apa ya, mengganggu jiwa dan mental dan psikis kami," tutur Karina.

Saking geramnya, Karina langsung meninggalkan warung tempatnya berjualan untuk menuju kantor polisi tanpa memikirkan bantuan kuasa hukum terlebih dahulu.

"Saya enggak mikirin kuasa hukum, saya enggak mikirin apa. Warung saya tinggalin, saya langsung ke Polres. Saya mau minta pertolongan karena saya merasa saya warga negara Indonesia yang butuh perlindungan gitu dari manusia seperti itu," ucap Karina.

Epy Kusnandar saat jalani pemeriksaan kesehatan di Polres Jakarta Barat, Sabtu (11/5/2024). Foto: Aprilandika Pratama/kumparan

Karina merasa komentar dari netizen tesebut sudah sangat mengganggu kondisi psikologis keluarganya, terutama sang buah hati.

"Mungkin buat sebagian orang akan bilang, 'Ah, lebay,' melihat saya datang sama anak saya ke sana. Tapi, orang mau bilang apa, karena itu menyangkut psikologis anak saya dan juga keluarga," ujar Karina.

Selama ini, Karina mengaku sabar menghadapi serangan netizen. Namun, tindakan diam yang selama ini ia lakukan justru membuat oknum oknum tersebut semakin merajalela.

"Terus terang saya memang datang karena selama ini sudah cukup sabar dengan yang namanya netizen. Tadinya saya enggak mau sebenarnya seperti ini, kayak buang energi, buang tenaga. Emang udah enggak usah diladenin," kata Karina.

Epy Kusnandar. Foto: Maria Gabrielle Putrinda/kumparan

Sementara itu, Quentin mengaku tidak habis pikir ada orang yang tega berkomentar negatif di tengah situasi sulit yang dihadapi keluarganya.

"Sedih, cuma ya, apalagi aku kan enggak bisa ngapa-ngapain, belum bisa bertindak apa-apa. Aku lebih ke kasihan sih sama orang-orang kayak gitu," tutur Quentin.

Usai membuat laporan ke Polres Metro Jakarta Selatan, Karina masih menunggu iktikad baik dari netizen yang sudah berkomentar negatif untuk menemuinya.

Apabila netizen tersebut tidak ingin menemuinya, maka ia bakal melanjutkan proses hukum di polisi.

"Saya pengin kasih waktu 3x24 jam. Kalau akun itu tidak berusaha menghubungi saya, tidak ketemu saya langsung, saya akan teruskan ini. Saya pengin kasih pelajaran untuk manusia biadab ini," ucap Karina.