DLHK Banten soal Sungai Ciujung Menghitam-Bau: Kami Analisis & Turun ke Lapangan

Dinas Lingkungan Hidup dan Kehutanan (DLHK) Banten mulai menelusuri penyebab perubahan warna Sungai Ciujung di Kabupaten Serang yang menghitam dan mengeluarkan bau tak sedap.
Sebelumnya, warga di sejumlah wilayah mengeluhkan kondisi sungai yang diduga tercemar dan mengganggu aktivitas sehari-hari.
Kepala Bidang Penataan dan Peningkatan Kapasitas DLHK Banten Wawan Wahyudi mengaku, telah menerima informasi mengenai kondisi Sungai Ciujung tersebut. Namun, pihaknya masih menunggu pengaduan resmi dari masyarakat untuk menindaklanjuti laporan tersebut.
"Kami kemarin dapat informasi dari Pak Kadis seperti itu (Sungai Ciujung menghitam). Karena konteksnya ini pengaduan, kami juga butuh informasi pengadunya siapa," ucap Wawan, Jumat (19/6).
Analisis Data Pemantauan Lama
Wawan mengatakan, pihaknya saat ini masih menganalisis data pemantauan kualitas air Sungai Ciujung dalam beberapa tahun terakhir sebelum memutuskan melakukan pengecekan lapangan.
Menurut dia, identifikasi sumber pencemaran di aliran sungai membutuhkan kajian lebih lanjut karena berbagai jenis limbah dapat bercampur dalam satu aliran.
"Karena konteksnya di sungai, kami harus mengidentifikasi kembali sumbernya karena kan sudah kumulatif kalau di sungai. Mau (limbah) domestik atau dari industri itu sudah kumulatif kalau di sungai," ujarnya.
Pernah Ditemukan Parameter Melebihi Baku Mutu
Wawan mengungkapkan, DLHK pernah menerima laporan serupa di lokasi yang sama pada 2025. Saat itu, petugas mengambil sampel air Sungai Ciujung untuk diuji di laboratorium.
Hasil pengujian menunjukkan sejumlah parameter kualitas air melebihi ambang batas yang ditetapkan.
"Hasil sementara dari analisis data lampau itu memang parameter chemical oxygen demand dan biological oxygen demand pada sampel air itu memang tinggi," ucapnya.
DLHK masih mendalami apakah terdapat parameter lain yang berpotensi berasal dari aktivitas industri.
"Kami masih menganalisis apakah ada parameter yang dimungkinkan dari sektor industri yang melebihi baku mutu. Tapi sementara dari data 2025 dan 2024 itu ada parameter yang tinggi. Itu sementara, tapi kami harus memastikan kembali," sambung Wawan.
DLHK Berencana Turun ke Lapangan
Selain menelusuri potensi sumber pencemaran, DLHK juga tengah memeriksa kondisi debit air Sungai Ciujung saat fenomena perubahan warna dan bau terjadi.
Menurut Wawan, kondisi debit air dapat memengaruhi proses pengenceran dan aliran sedimentasi di sungai.
"Saya lagi konfirmasi saat itu debit air Sungai Ciujung berapa. Karena kalau tidak ada debit, nol gitu ya itu kan enggak flushing, dia enggak gerak, jadi tersedimen di situ aja di perairan. Nah itu yang kita sedang teliti," kata Wawan.
Ia menyebut pengecekan lapangan kemungkinan dilakukan pada pekan depan.
"Kemungkinan pekan depan turun ke lapangan," imbuhnya.
Warga Keluhkan Sungai Menghitam
Sebelumnya, warga di Kecamatan Tanara hingga Tirtayasa mengeluhkan kondisi Sungai Ciujung yang berubah warna menjadi hitam dan mengeluarkan bau menyengat selama lebih dari dua pekan.
Kondisi tersebut disebut mengganggu aktivitas warga, termasuk kebutuhan air rumah tangga dan lahan pertanian.
