Konten dari Pengguna

Sensasi Bingka Barandam: Perjalanan Manis Menggali Jajanan Legendaris Banjar

Fikri Haekal Akbar

Fikri Haekal Akbar

Mahasiswa Pascasarjana UIN Antasari Banjarmasin

ยทwaktu baca 4 menit

comment
0
sosmed-whatsapp-white
copy-circle
more-vertical

Tulisan dari Fikri Haekal Akbar tidak mewakili pandangan dari redaksi kumparan

Bingka barandam kudapan khas Kalimantan Selatan. Foto: shutterstock
zoom-in-whitePerbesar
Bingka barandam kudapan khas Kalimantan Selatan. Foto: shutterstock

Ketika bicara kuliner Banjar, sebagian besar dari kita mungkin langsung terbayang Soto Banjar yang gurih dan berempah, atau mungkin Nasi Itik Gambut yang kaya rasa. Namun, di antara deretan hidangan utama yang memanjakan lidah, terselip sebuah harta karun rasa yang tak kalah memikat: Bingka Barandam. Jajanan manis berkuah ini bukan sekadar camilan biasa, melainkan sebuah perjalanan manis ke dalam tradisi dan keunikan cita rasa Banjar yang melegenda.

Bingka Barandam, secara harfiah berarti "bingka yang direndam," adalah kudapan khas suku Banjar yang tak hanya menggoda selera, tetapi juga menyimpan cerita di setiap gigitannya. Berbeda dengan Bingka kentang atau labu yang dipanggang padat, Bingka Barandam justru disajikan dalam kondisi berendam kuah gula merah nan harum. Tampilannya sederhana, namun kelezatan dan filosofi di baliknya sungguh istimewa.

Jajanan ini kerap hadir dalam berbagai acara adat, hajatan, hingga sekadar teman minum teh di sore hari. Kehadirannya seolah menjadi penanda kemanisan hidup dan kehangatan kebersamaan masyarakat Banjar. Konon, Bingka Barandam dulunya merupakan salah satu hidangan favorit para raja dan bangsawan Banjar, yang kemudian turun-temurun menjadi santapan rakyat jelata tanpa mengurangi sedikit pun nilai dan keistimewaannya.

Apa yang membuat Bingka Barandam begitu istimewa? Jawabannya terletak pada dua komponen utamanya: bingka itu sendiri dan kuah rendamannya.

Bingka

Adonan bingka untuk Bingka Barandam terbuat dari tepung terigu, telur, santan, dan sedikit gula. Proses pembuatannya membutuhkan ketelitian. Adonan ini kemudian dicetak dalam cetakan khusus berbentuk bunga atau bulat, lalu dikukus hingga matang sempurna dan memiliki tekstur yang lembut, agak kenyal, dan berongga. Bagian yang berongga inilah yang nantinya akan menyerap kuah gula dengan sempurna, menjadi kunci utama kelezatan. Beberapa resep tradisional bahkan masih menggunakan telur bebek untuk menghasilkan tekstur yang lebih padat dan kaya rasa.

Kuah Rendaman

Inilah "jiwa" dari Bingka Barandam. Kuah ini terbuat dari campuran gula merah atau gula aren asli, air, daun pandan, dan terkadang sedikit kayu manis atau cengkeh untuk menambah aroma. Gula merah berkualitas tinggi sangat penting untuk menghasilkan warna cokelat keemasan yang cantik dan rasa manis yang legit alami dengan sentuhan karamel. Daun pandan memberikan aroma harum yang khas, melengkapi sensasi rasa manis. Kuah ini dimasak hingga mendidih dan sedikit mengental.

Ketika bingka yang sudah matang dimasukkan ke dalam kuah gula merah hangat, ia akan dengan rakus menyerap semua kelezatan kuah tersebut. Hasilnya adalah Bingka Barandam yang lembut di dalam, manis legit beraroma pandan, dan sensasinya lumer di lidah.

Menikmati Bingka Barandam bukan hanya tentang memuaskan hasrat akan rasa manis. Ada sensasi unik yang hanya bisa ditemukan pada jajanan ini. Saat sendok pertama menyentuh bibir, Anda akan merasakan kelembutan bingka yang lumer, diikuti dengan ledakan rasa manis gula merah yang pekat namun tidak enek, diselimuti aroma pandan yang menenangkan. Tekstur bingka yang sedikit kenyal berpadu dengan kebasahan kuah menciptakan harmoni yang sempurna.

Biasanya, Bingka Barandam disajikan hangat atau pada suhu ruang. Beberapa orang bahkan lebih suka menikmatinya dalam keadaan dingin setelah disimpan di lemari es, yang memberikan sensasi menyegarkan, terutama di tengah iklim tropis Kalimantan. Ia cocok sebagai hidangan penutup setelah makan berat, teman ngopi atau ngeteh sore, atau sekadar camilan saat ingin memanjakan diri.

Jika Anda berkesempatan berkunjung ke Kalimantan Selatan, khususnya Banjarmasin atau Martapura, jangan lewatkan kesempatan untuk berburu Bingka Barandam yang otentik. Anda bisa menemukannya di pasar tradisional, toko kue, atau bahkan warung makan yang khusus menyajikan jajanan khas Banjar. Pedagang seringkali menyajikannya dalam nampan besar dengan kuah yang melimpah, mengundang setiap pasang mata untuk mencicipi.

Saat ini, beberapa inovasi mungkin muncul dengan penambahan toping atau variasi rasa. Namun, untuk pengalaman yang paling autentik, carilah Bingka Barandam dengan kuah gula merah klasik yang harum dan bingka yang lembut tanpa tambahan berlebihan. Ini akan membawa Anda pada "perjalanan manis" sejati ke jantung kuliner Banjar.

Bingka Barandam adalah bukti nyata bahwa warisan kuliner bukan hanya soal resep, tetapi juga tentang cerita, tradisi, dan kehangatan kebersamaan. Jajanan sederhana ini telah berhasil melewati generasi, tetap menjadi favorit dan ikon kebanggaan masyarakat Banjar. Ia bukan hanya sekadar kudapan, tetapi sebuah pengalaman rasa yang membawa kita menyelami lebih dalam kekayaan budaya Borneo.

Jadi, lain kali jika Anda berkunjung ke Kalimantan Selatan dan mendengar nama Bingka Barandam, jangan ragu untuk mencicipinya. Biarkan "perjalanan manis" ini memanjakan lidah Anda dan meninggalkan kesan mendalam tentang kelezatan legendaris dari tanah Banjar.