Konten dari Pengguna

Kenapa Film Adaptasi Buku Sering Mengecewakan Penggemar?

Cyriin Haniifah

Cyriin Haniifah

Mahasiswi Binus Jurusan Marketing Communication

·waktu baca 3 menit

comment
0
sosmed-whatsapp-white
copy-circle
more-vertical

Tulisan dari Cyriin Haniifah tidak mewakili pandangan dari redaksi kumparan

Tidak jarang karya-karya buku diadaptasi menjadi film untuk mewujudkan imajinasi para penggemar. Namun, seringkali muncul komentar-komentar negatif dan kekecewaan dari penggemar mengenai adaptasi film yang telah ditayangkan. Sebagai contoh, film yang berjudul ‘The Great Gatsby’ yang merupakan sebuah adaptasi dari buku terkenal karya F.S Fitzgerald mendapatkan banyak kritik karena adaptasi film tidak sesuai dengan harapan penggemar.

Contoh lainnya adalah film berjudul ‘The Dark Tower’ yang diadaptasi dari novel Stephen King, film ini dinilai gagal menggarap cerita dari buku. Lantas mengapa hal ini sering terjadi? Berikut merupakan sejumlah alasan mengapa film-film yang mengadaptasi dari buku sering tidak sesuai dengan harapan penggemar!

1. Tantangan besar terhadap crew film

https://unsplash.com/photos/iwfHhOZLVMU Ilustrasi crew film

Novel yang diadaptasi sering sekali tidak dapat memenuhi waktu film yang biasanya hanya berdurasi 1-2 jam, sedangkan banyak novel yang digarap dengan halaman yang sangat tebal. Oleh karena itu, kru film terkadang terpaksa untuk memotong beberapa adegan. Konsep dan cerita dari buku yang kompleks juga terkadang susah untuk divisualisasikan, hal ini menyebabkan beberapa penggemar beranggapan bahwa adegan yang ditayangkan di film tidak sesuai dengan imajinasi yang mereka miliki.

2. Terdapat beberapa perubahan dari cerita novel

https://unsplash.com/photos/EH_-EMM1vTM Ilustrasi adaptasi novel

Dalam proses pengadaptasian buku ke film, terkadang ada beberapa hal yang harus diubah karena persoalan-persoalan tertentu. Sebagai contoh, perubahan gender tokoh dari laki-laki ke perempuan atau perubahan latar di adegan-adegan tertentu. Hal ini seringkali mengakibatkan banyak kritikan dari penggemar yang tidak ingin adanya perubahan.

3. Harapan penggemar yang terlalu tinggi

https://unsplash.com/photos/iwfHhOZLVMU Ilustrasi novel

Penggemar buku tentunya memiliki imajinasi di kepalanya sendiri mengenai cerita yang dibaca. Oleh karena itu, banyak penggemar yang merasa kecewa saat menonton film yang digarap dari buku favoritnya. Beberapa kelompok penggemar terlalu berharap untuk menyaksikan apa yang mereka imajinasikan saat membaca ceritanya di buku. Penggemar akan membanding-bandingkan imajinasi yang mereka miliki dengan apa yang ditayangkan di film

Dapat disimpulkan bahwa membuat film dari adaptasi buku tidaklah mudah. Banyak tantangan dan hal-hal yang harus dilakukan kru film agar film sesuai dengan harapan penggemar. Dengan banyak penggemar yang telah membaca dan menyukai cerita buku yang diadaptasi, tekanan yang dihadapi kru film untuk menciptakan film yang sesuai dengan ekspektasi penggemar sangat berat. Jika kru film gagal memvisualisasikan adegan-adegan dari buku akan fatal akibatnya.

Menurut saya, film yang diadaptasi dari novel harus digarap dengan perencanaan yang matang dan budget yang besar. Film tersebut merupakan film yang termasuk sulit untuk direalisasikan. Tetapi, sebagai penggemar kita harus bisa mengerti apa yang sudah dilakukan dan diusahakan dengan sepenuh hati oleh kru film tersebut.

Dengan adanya adaptasi dari novel favorit kita, tentu membuat kita merasa senang dan membuatnya semakin spesial. Hal ini disebabkan oleh banyaknya orang yang ingin menikmati cerita yang dimiliki oleh sebuah novel tetapi ingin memahaminya dengan cara yang berbeda. Kita sebagai penggemar harus terus memberikan support untuk masa depan adaptasi perfilman yang lebih baik!