Lagi, Harimau Sumatera Mati Mengenaskan Terkena Jerat di Bengkalis, Riau

Book Author, Travel Writer, Mountaineer, IG-Twitter: harleysastha, Youtube: Harley Sastha
Konten dari Pengguna
18 Oktober 2021 0:09
·
waktu baca 4 menit
sosmed-whatsapp-whitecopy-link-circlemore-vertical
Tulisan dari Harley B Sastha tidak mewakili pandangan dari redaksi kumparan
Harimau Sumatera ditemukan mati terkena jerat di Tanjung Leban, Bengkalis, Riau, pada Minggu (17/10/2021). Foto: BBKSDA Riau.
zoom-in-whitePerbesar
Harimau Sumatera ditemukan mati terkena jerat di Tanjung Leban, Bengkalis, Riau, pada Minggu (17/10/2021). Foto: BBKSDA Riau.
ADVERTISEMENT
Lagi, Harimau Sumatera ditemukan mati mengenaskan akibat kena jerat sling di Tanjung Leban, Bengkalis, Riau, pada Minggu (17/10/2021). Lagi-lagi masalah jerat yang terus menghantui keberlangsungan hidup satwa liar. Bukan untuk pertama kalinya, jerat telah menyebabkan luka, cacat fisik hingga kematian para satwa liar dilindungi: Harimau, Gajah, Beruang Madu, Badak dan lainnya. Tetapi, berkali-kali dilakukan operasi jerat, seolah jerat tidak pernah ada habisnya.
ADVERTISEMENT
Ditemukannya satwa bernama latin Panthera Tigris Sumatrae yang terkena jerat, cerita Plt Kepala Balai Besar Konservasi Sumber Daya Alam (KSDA) Riau Fifin Arfiana Jogasara, berdasarkan laporan dari Polsek Bukit Batu, Kabupaten Bengkalis.
“Awalnya, masyarakat tukang imas kebun yang bersebelahan dengan kebun tempat Harimau sumatera terjerat, menemukan Harimau Sumatera yang terkena jerat, pada Minggu pagi,” cerita Fifin.
Harimau Sumatera ditemukan mati terkena jerat di Tanjung Leban, Bengkalis, Riau, pada Minggu (17/10/2021). Tim dokter dan kesehatan sendang melakukan pemeriksaan pada Harimau Sumatera yang mati. Foto: BBKSDA Riau
zoom-in-whitePerbesar
Harimau Sumatera ditemukan mati terkena jerat di Tanjung Leban, Bengkalis, Riau, pada Minggu (17/10/2021). Tim dokter dan kesehatan sendang melakukan pemeriksaan pada Harimau Sumatera yang mati. Foto: BBKSDA Riau
Kemudian, warga tersebut melaporkan temuannya kepada Kapolsek Bukit Batu, Kompol Irwandi AR, SH., dan personel Polsek Bukit Batu yang kebetulan saat itu sedang melaksanakan patroli Karlahut di Jl. Meranti, RT 001/RW 001, Dusun Bhakti, Desa Tanjung Leban, Kec Bandar Laksamana, Kab. Bengkalis, yang meneruskannya Balai Besar KSDA Riau melalui Plh. Kepala Bidang KSDA Wil. II, MB Hutajulu.
ADVERTISEMENT
“Segera, pada pukul Pukul 07.45 WIB, Tim Resort Bukit Batu segera turun ke lokasi kejadian untuk melakukan pengecekan dan identifikasi awal,” lanjut Fifin.
Sekitar dua jam kemudian, pada pukul 09.45 WIB, Tim Resort Bukit Batu bersama Polsek Bukit Batu dan Manggala Agni mengamankan lokasi ditemukannya 1 (satu) ekor bangkai Harimau sumatera untuk menghindari kerumunan warga.
Lokasi ditemukannya Harimau Sumatera yang terjerat tersebut, berada di areal Hutan Produksi yang dapat Dikonversi (HPK), berupa areal perladangan masyarakat dan berjarak tegak lurus +/- 21,85 km dari kawasan Suaka Margasatwa (SM) Bukit Batu.
Harimau Sumatera ditemukan mati terkena jerat di Tanjung Leban, Bengkalis, Riau, pada Minggu (17/10/2021).  Beginillah kondisi kaki Harimau Sumtera yang terkena jerat sling. Foto: BBKSDA Riau
zoom-in-whitePerbesar
Harimau Sumatera ditemukan mati terkena jerat di Tanjung Leban, Bengkalis, Riau, pada Minggu (17/10/2021). Beginillah kondisi kaki Harimau Sumtera yang terkena jerat sling. Foto: BBKSDA Riau
Saat ditemukan, Harimau Sumatera berjenis kelamin betina tersebut, kondisi terjerat kaki kiri bagian depan, dengan jenis jerat sling.
“Tim segera melakukan evakuasi Harimau Sumatera ke Pekanbaru, agar dapat dilakukan neukropsi untuk mengetahui penyebab dan perkiraan telah berapa lama Harimau tersebut mengalami kematiannya,” kata Fifin.
ADVERTISEMENT
5 Hari Terkena Jerat
Hasil neukropsi yang dilakukan malam hari itu juga, menurut drh. Danang dari Balai Besar KSDA Riau, Harimau Sumatera tersebut berusia sekitar 4-5 tahun atau masih remaja dan diprediksi belum pernah melahirkan.
Selama terjerat selama 5 hari, Harimau Sumatera tidak mendapatkan makanan dan minuman-terlihat dari lambungnya yang kosong, sehingga mengalami dehidrasi yang berat dan mati.
Harimau Sumatera ditemukan mati terkena jerat di Tanjung Leban, Bengkalis, Riau, pada Minggu (17/10/2021). Jerat sling yang melukai dan membuat Harima Sumatera mati. Foto: BBKSDA Riau.
zoom-in-whitePerbesar
Harimau Sumatera ditemukan mati terkena jerat di Tanjung Leban, Bengkalis, Riau, pada Minggu (17/10/2021). Jerat sling yang melukai dan membuat Harima Sumatera mati. Foto: BBKSDA Riau.
Fifin kembali mengimbau kepada seluruh lapisan masyarakat agar tidak memasang jerat dengan alasan apa pun. Karena membahayakan untuk satwa termasuk satwa yang dilindungi dan dapat dikenai sanksi sesuai Pasal 40 UU RI No. 5 Tahun 1990 tentang Konservasi Sumber Daya Alam Hayati dan Ekosistemnya.
“Siapa pun yang secara sengaja melakukan pelanggaran dapat dikenai sanksi pidana penjara paling lama 5 (lima) tahun dan denda paling banyak Rp. 100 juta. Termasuk juga yang melakukan pelanggaran karena kelalaiannya, akan dikenai pidana kurungan paling lama satu tahun dan denda paling banyak Rp. 50 juta,” ujar Fifin.
Harimau Sumatera ditemukan mati terkena jerat di Tanjung Leban, Bengkalis, Riau, pada Minggu (17/10/2021). Foto: BBKSDA Riau.
zoom-in-whitePerbesar
Harimau Sumatera ditemukan mati terkena jerat di Tanjung Leban, Bengkalis, Riau, pada Minggu (17/10/2021). Foto: BBKSDA Riau.
Harimau Sumatera Dalam Ekosistem
ADVERTISEMENT
Sebagai satu dari enam sub-spesies harimau di dunia yang tersisa saat ini, Harimau Sumatera keberadaannya menjadi sangat penting karena harimau merupakan predator tertinggi yang dapat mengontrol secara alami jumlah populasi satwa di bawahnya.
Jadi, Harimau Sumatera merupakan regulator atau penyeimbang jumlah populasi satwa lainnya. Selain itu, ia juga berfungsi sebagai indikator kualitas hutan sebagai habitatnya, agar tetap berfungsi sebagaimana mestinya sebagai penyangga kehidupan dan penanda keberadaan satwa-satwa lain.
Dengan menjaganya, otomatis keanekaragaman hayati di dalam hutan ikut terjaga. Sejatinya, Harimau Sumatera memang bukan ancaman bagi manusia, tetapi justru keberadaannya bermanfaat dalam menjaga kelestarian ekosistem secara keseluruhan.
Ilustrasi Harimau Sumatera. Sumber: Shutter Stocks.
zoom-in-whitePerbesar
Ilustrasi Harimau Sumatera. Sumber: Shutter Stocks.
Menurut lembaga konservasi dunia: International Union for the Conservation of Nature and Natural Resources (IUCN), saat ini Harimau Sumatera masuk daftar merah, spesies kritis terancam punah (Critically Endangered). Jadi, menjaga keberadaan dan kelestariannya serta habitatnya adalah tanggung jawab kita bersama.
ADVERTISEMENT
Baca Lainnya
Sedang memuat...
S
Sedang memuat...
·
Sedang memuat...
S
Sedang memuat...
·
Sedang memuat...
S
Sedang memuat...
·