10 Contoh Hewan Australis yang Dapat Ditemukan di Indonesia

Penulis yang percaya setiap kata punya kekuatan. Spesialis di bidang teknologi, personal finance, dan otomotif.
·waktu baca 3 menit
Tulisan dari Hendro Ari Gunawan tidak mewakili pandangan dari redaksi kumparan

Hewan Australis adalah sebutan untuk fauna yang hidup di wilayah dengan pengaruh benua Australia. Contoh hewan Australis dapat ditemukan di Indonesia bagian timur, khususnya di wilayah Papua, Halmahera, dan Kepulauan Aru. Fauna bercorak Australis memiliki kemiripan dengan hewan-hewan yang ada di Australia. Cirinya meliputi mamalia berukuran kecil, hewan berkantung, serta berbagai jenis burung berwarna indah. Simak beberapa contoh hewannya yang telah dirangkum dari berbagai sumber berikut ini.
Daftar isi
Daftar isi

Daftar isi
1. Kanguru
Kanguru mudah dikenali dari kaki belakangnya yang kuat, ekor panjang, serta gerakan melompatnya yang unik. Fauna ini merupakan mamalia berkantong yang membesarkan anaknya di dalam kantung perut.
2. Walabi
Walabi merupakan kerabat dekat kanguru dengan ukuran tubuh yang lebih kecil. Hewan herbivora ini memakan rumput, herba, dan akar. Walabi juga termasuk marsupialia, yaitu melahirkan anak yang belum berkembang sempurna untuk kemudian dirawat dalam kantung.
3. Landak Irian
Landak Irian merupakan mamalia endemik dari Papua dan Australia. Hewan ini dikenal memiliki tubuh berduri, moncong panjang, serta kebiasaan memakan semut dan serangga kecil. Landak Irian bersifat nokturnal, aktif pada malam hari untuk menghindari predator.
4. Kanguru Pohon
Kanguru pohon berukuran lebih kecil dibandingkan kanguru biasanya. Di hutan Papua, terdapat beberapa jenis kanguru pohon, antara lain kanguru pohon mantel emas, kanguru pohon hias, kanguru pohon mbaiso, kanguru pohon ndomea, kanguru pohon nemena, kanguru pohon wakera.
5. Kuskus
Kuskus adalah salah satu mamalia berkantong yang hidup di Indonesia bagian timur. Seperti kanguru, kuskus betina melahirkan anak yang belum berkembang sempurna dan merawatnya di dalam kantung perut. Hewan ini memiliki wajah bundar, daun telinga kecil, dan bulu tebal yang lembut.
6. Burung Cendrawasih
Cendrawasih dikenal karena keindahan bulunya yang menakjubkan dan warna-warna mencolok. Sayangnya, populasi cendrawasih kini semakin menurun akibat perburuan dan perdagangan liar, sehingga termasuk dalam hewan yang dilindungi.
7. Burung Kasuari
Kasuari adalah burung besar yang tidak bisa terbang. Mereka biasanya hidup di hutan hujan, rawa, serta pantai. Burung ini menggunakan kaki panjang dan kuatnya untuk berjalan di antara vegetasi lebat. Warna bulu hitam pekat serta leher biru dan ungu mencolok membantu mereka berkamuflase di habitat alaminya.
8. Buaya Air Tawar
Buaya air tawar dikenal memiliki moncong yang lebih sempit dan tubuh yang lebih kecil dibandingkan buaya air asin. Hewan ini cenderung lebih tenang dan kurang agresif. Makanannya terdiri dari ikan, serangga, serta mamalia kecil yang hidup di sekitar sungai dan rawa.
9. Katak Pohon
Katak pohon memiliki warna hijau cerah di bagian punggung, perut putih pucat, serta garis putih di sepanjang bibir bawah. Hewan ini termasuk insektivora yang memakan serangga dan artropoda lain.
10. Pemanjat Berkantung (Oposum layang)
Oposum layang (Petaurus breviceps) adalah marsupialia kecil yang memiliki kantung di bagian perut untuk melindungi serta membawa anak-anaknya. Bulu tubuhnya berwarna cokelat keabuan dengan garis hitam dari hidung hingga punggung. Hewan ini tersebar di Australia, Papua Nugini, dan wilayah Papua.
Baca Juga: Ciri Fisik Ikan Mujair yang Mudah Dikenali dan Karakteristik Lainnya
(SA)
